ZAYLYNA

ZAYLYNA

  • WpView
    Reads 2,799
  • WpVote
    Votes 1,461
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 3, 2024
📌SEBELUM BACA BUDAYAKAN VOTE DULU YA GUYS TERIMAKASIH _____________♡✿♡_____________ "Sweetie, Daddy sudah mendaftar kamu di Alex'school dan besok kamu bisa langsung bersekolah. Oh ya, Daddy juga sudah mempersiapkan perlengkapan mu untuk besok," Ucap pria paruh baya itu Gadis itu melotot tak percaya pada Daddy nya. Bagaimana tidak? Mereka baru saja sampai 1 jam yang lalu dan sekarang Daddy nya langsung menyuruhnya untuk bersekolah besok. Oh ayolah, dia sudah senang akan libur dan berencana untuk berjalan-jalan di kota yang baru ini tapi sayang nya semua harapannya harus dikubur hidup-hidup. *Dikubur hidup-hidup gk tuh wkwk "WHATT!!! Daddy serius?" Ucap gadis itu "Serius sweetie. Daddy cuman tidak mau kamu ketinggalan pelajaran saja," Ucap tegas paru bayah itu. _____________♡✿♡_____________ Dukk.. "Aww shh," Ringis Serlyn. Serlyn mendongak menatap orang yang tidak sengaja ia tabrak tadi 'Ganteng banget bjir,' batinnya Serlyn pun masih mantap kagum laki laki yang didepannya ini bagaimana tidak? Wajah yang tampan bak dewa Yunani, tatapan yang tajam, alis yang tebal, hidung yang mancung, bibir tipis merah alami beh sempurna banget deh. Serlyn yang masih fokus melihat laki laki itu pun langsung tersadar mendengar batuk sindiran dari samping kanan laki laki didepannya ini. Uhukk.. Uhukkk.. "Uda atuh neng liatin nya. Gue tau pak bos emng ganteng," Ucap laki laki yang berada di samping kanan laki laki yang ditabraknya tadi. Serlyn menatap laki laki yang menegurnya tadi, mukanya yang sangat tengil membuat Serlyn ingin menonjok nya. "Sorry sorry gue tadi gak lihat sumpah deh," Ucap Serlyn tak enak hati kepada laki laki yang ditabraknya nya itu. Bukannya menjawab laki laki itu langsung beranjak pergi dari lorong yang sangat heboh itu. Serlyn yang mendapat perlakuan seperti itu pun tak terimah. "AWAS LO YA, SONGONG BENER," Ucap Serlyn geram. Setelah itu Serlyn menarik tangan Sadriana pergi dari keramaian. _____________♡✿♡_____________
All Rights Reserved
#58
hebat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • Kelas A [End]
  • Davidson || END
  • ALSTARAN [END]
  • Winter  ✓
  • Stay (Away)
  • Giant Baby [COMPLETED]
  • Misi Kalisa (End)

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines