Dimensi Waktu

Dimensi Waktu

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 12, 2024
Kadang kala, kita ingin menghentikan waktu disaat kita tengah berbahagia. Menikmati indahnya hidup jika terus merasakan kebahagiaan. Mungkinkah aku bisa mendapatkan kebahagiaan itu kembali? sedangkan disaat yang sama, luka lama itu terus menerus menghantuiku. Kutulis kisah ini saat sedang patah hati. Patah hati memang mengajarkan kita akan banyak hal, beberapa orang menikmati patah hatinya dengan memutar musik galau atau staycation ke tempat tempat indah. Sedang aku yang tengah patah hati menuliskan semua yang kurasa melalui tulisan ini. Aku hanya ingin ingatan tentang kita terus terkenang, meski kita tidak lagi bersama. Jari jemari ku terus mengetik akan kisah ini, ingatan masa lalupun muncul satu persatu menyelimuti pikiranku.
All Rights Reserved
#141
hopeless
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Bleeding Lady [completed]
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • When his name is
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Jauh. Esok Nanti atau Selamanya
  • Antara Aksara dan Kata
  • Traces in the Light
  • BREATHE
  • When Love is Breaking
  • AKU MENERTAWAKAN LUKAMU? || TAMAT

Ia tak pernah meminta hidup yang sunyi. Namun sejak kecil, ia diajari bahwa diam adalah satu-satunya cara untuk bertahan. Seorang perempuan dinikahkan oleh ayahnya dengan anak angkat yang tak pernah merasa memiliki siapa pun. Pernikahan mereka bukan tentang cinta, melainkan tentang kewajiban, dendam, dan luka yang diwariskan tanpa permisi. Laki-laki itu tak pernah mencintainya. Bahkan, tak pernah mencoba. Yang ia lihat hanyalah sosok yang mewakili masa lalu yang ingin ia lupakan, bayangan dari keluarga yang membuatnya merasa asing seumur hidup. Malam-malam perempuan itu dipenuhi dingin. Bukan hanya dari tubuh yang menjauh, tapi dari kemarahan yang tak ia pahami. Namun dalam sunyi yang dipaksakan, ia tetap bertahan. Mencoba belajar mencintai dalam diam. Menanti entah untuk disembuhkan, atau perlahan dilenyapkan. Kisah sunyi tentang hati yang tak pernah dipilih, dan luka yang terlalu dalam untuk disuarakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines