HEKSA: KETOS KAMPRET [ On Going ]

HEKSA: KETOS KAMPRET [ On Going ]

  • WpView
    Reads 171
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Selamat membaca cerita Heksa dan Jena🐳 Heksa itu nyebelin pake banget, banget, banget, banget, banget. Nyesel Jena menggunakan hak suaranya untuk memilih Heksa. Diperbabu setiap hari, tukang protes, bossy, cuek dan yang pasti keras kepala. Ada saja kelakuan Heksa yang membuat Jena naik darah setiap hari, seperti; "Pembagian tugas untuk enviromental hygiene udah, Je?" "Tinta printer RO masih ada?" "Pamflet acara udah dibuat kan, Je?" "Pulangnya mampir ke toko ATK beli HVS." Dan yang lebih parahnya lagi, Heksa pernah menelpon Jena jam sebelas malam saat gadis itu izin sakit satu hari. Dengan embel-embel rekap absensi kehadiran rapat OSIS yang diadakan rutin seminggu sekali.
All Rights Reserved
#813
osis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • DISA | broken
  • Bad Girl vs Ketua Osis (LENGKAP)
  • Rentetan Rasa
  • OSIS OR OH SHIT?!
  • Keysha Kesayangan Ketua
  • Bad Boy Vs Smart Girl
  • [☑️] Love with Innocent Girl
  • Ketua OSIS vs Ratu Asbun (HARQEEL) [END]
  • Jeno's
GHAVARI

Sejak awal, Ghava tidak pernah membayangkan namanya akan berdiri di depan barisan OSIS, memakai jas hitam dengan logo sekolah di dada. Ia anak yang lebih suka duduk di belakang, bercanda dengan teman, dan pulang tepat waktu untuk sekedar berlatih basket. Semuanya berubah karena satu formulir pendaftaran yang diisi diam-diam oleh temannya. "Biar seru aja Va. Masa OSIS isinya orang itu-itu lagi," ujar temannya kala itu, sembari tertawa dan menyerahkan berkas itu ke panitia tanpa sepengetahuan Ghava. Ghava mengira itu hanya lelucon. Sampai hari pengumuman. Nama Ghava Adimas Praharja tercetak paling atas. Terpilih sebagai Ketua OSIS periode ini. Bukan karena visi misi. Bukan karena pidato yang menggelegar. Tapi karena keisengan temannya yang berujung tanggung jawab besar. Di minggu-minggu pertama, Ghava kewalahan. Rapat yang tak ada habisnya, proposal yang harus dikejar deadline, acara Porsema yang menuntut dia turun langsung sebagai pemain basket sekaligus penanggung jawab supporter. Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.

More details
WpActionLinkContent Guidelines