Peluk Hangat Semesta

Peluk Hangat Semesta

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 18, 2023
Himalaya hanya remaja Sma yang ingin hidup normal layaknya teman sebayanya, himalaya itu most wanted, hima itu anak kesayangan guru, hima itu murid andalan sekolah, hima bisa segalanya kecuali menceritakan hidupnya. Yang Nampak dimata belum tentu benar, yang terlihat hangat belum tentu nyaman, Himalaya tidak menyembunyikan, bukankah tidak ada yang bertanya tentang hima ketika di rumah atau bagaimana keluarga himalaya, izinkan Himalaya menceritakan detail hidupnya, kamu yang membaca kisah ini saja yang tahu rahasia besar hidup Himalaya. "jangan bilang kamu kasihan jangan beri aku tatapan penuh penyesalan, cukup baca cerita ku, setelah ini kamu bisa pergi atau aku menerima peluk hangat dari mu itu sudah lebih dari cukup, terima kasih salam semesta."
All Rights Reserved
#664
hidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • 365 Pages
  • Berlari Tanpa Kaki | ✓
  • Love In School | NCT [TAHAP REVISI]
  • THE VAMPIRE OF NCT DREAM [Slow Update]
  • RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Padam Nelangsa
  • OBSESSION (Story Of Dentala)

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines