I'm (not) Your Woman

I'm (not) Your Woman

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 8, 2023
Diculik dan dijadikan sandera oleh raja yang paling ditakuti seantero belahan barat , ditambah lagi, lengah sedikit saja keperawanannya bisa hilang. Itulah yang dirasakan oleh Isabella, tuan putri dari Gracia. Diculik dan disandera oleh raja Victor, dari kerajaan Victoria. Puncaknya ketika dia harus merelakan harga diri yang dia pertahankan selama ini, untuk memuaskan raja Victor, demi menyelamatkan keluarganya. "Kau wanitaku, Isabella" "Aku bukan wanitamu!" "Mendesahlah dibawahku, sayang!" "Kalau bukan demi keluargaku, aku tak sudi melakukan hal yang menjijikkan ini!" WARNING !!! Cerita mengandung unsur dewasa. Bagi yang belum cukup umur silahkan minggat! Bijaklah dalam membaca! Kalau gak suka, gausah baca!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DUKE'S PÂTISSIER✔
  • CLARISSA
  • amorria
  • [COMPLETE] Being Emperor Mistress
  • Keluarga Perut
  • Suit and Tie [2] | ✅
  • Pangeran Dekik dan Nyai Dempul (TAMAT)
  • Love that grows in the kingdom
  • Antagonis LADY Isabella

Sosok anak laki-laki yang menjajakan sekeranjang pisang di pinggiran jalan dengan surai pirangnya yang kusam itu... Membuat Sang puan turun dari kudanya--- berpaling dan menghampiri. "Berapa harga dari satu sisir pisang yang kau jual ini?" Lantas dijawab dengan helaan nafas si anak lelaki yang selembut kapas, mematri senyum seindah pelangi; sebuah kurva sabit sarat akan arti, deskripsi dari betapa luasnya samudera kisah yang ia miliki, menggerus waktu, bersemayam di nadi. Hingga akhirnya Sang puan menyadari, ada yang janggal dari sebuah senyum si sosok mungil di hadapannya ini. Belum sempat ia bertanya, suara perut yang keroncongan dari si anak lelaki mengambil penuh raut atensi, membuatnya terkekeh hingga mata cantik itu terlihat segaris. "Maukah ikut dengan ku sebentar, adik kecil? Kau lihat toko kue di ujung jalan itu?" Tunjuk nya pada bangunan berlantai dua di sisi barat jalan kota. "Itu toko milikku. Mampirlah sebentar untuk beberapa hidangan manis," Ragu, namun pada akhirnya tangan kecil yang berhiaskan memar itu meraih uluran tangan Sang puan, tersenyum singkat lalu raut mungil itu berganti datar seiring langkah kuda yang berbalik arah berpacu cepat. Tanpa Sang gadis itu sadari, anak kecil laki-laki yang dibawanya bukanlah sosok mungil menggemaskan seperti kelihatannya. Siapakah anak itu sebenarnya? ---{THE DUKE'S PÂTISSIER}---

More details
WpActionLinkContent Guidelines