A Piece Of Your Mind

A Piece Of Your Mind

  • WpView
    Reads 4,788
  • WpVote
    Votes 542
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 12, 2023
Masih tentang Lalisa dan kisahnya yang tak berujung. Hidupnya baru saja dimulai, ada banyak hal yang Lalisa pelajari setiap harinya. Bagi orang lain, Lalisa tidak pernah berubah. Tetap sama. Menjadi seorang bintang yang ingin menjadi contoh yang baik bagi banyak orang, memberikan cinta sebanyak cinta yang ia terima. Namun, apa memberi dan mendapatkan semua itu bisa secara cuma-cuma?
All Rights Reserved
#17
kwonjiyong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shxtty Game
  • Puzzle
  • LIMERENCE
  • My Sexy Maid (JENLISA) G!P
  • "LALISA"
  • FUR LALICE (jilice) (GDlisa)
  • Strawberries and Cigarettes
  • Until I Reach Your Star - JENLISA (ID) GxG ✔
  • Yes or No
  • RAZIA•LAI GUANLIN

Ini kali kelima ia membunuh dirinya sendiri. Ia hampir tidak merasakan apapun ketika melakukannya. Tidak ada kesedihan, tidak juga ada rasa kehilangan apalagi penyesalan. Ia harus melakukannya, baginya, tidak lagi ada alasan untuk tetap hidup. Tapi pada kali kelima ini, ia rasakan sesuatu yang lain. Orang-orang berkerumun menatap kematiannya, raut ketakutan di wajah orang-orang itu sudah biasa ia lihat. Ekspresi prihatin yang orang-orang tunjukan, rasa penasaran mereka, bisik-bisik tentang kematiannya, selalu sama. Tapi kali ini, seseorang memberinya bunga. Laki-laki itu menundukan kepalanya, dilihatnya laki-laki itu memejamkan matanya, berdoa untuknya. Di sebelah tubuh yang sudah kaku, laki-laki itu tersenyum, senyum iba seolah ia bisa memahami perasaannya. "Semua kesulitanmu sudah selesai, kau sudah memenangkan game-Nya, jadi beristirahat lah," tanpa suara, begitu yang laki-laki itu bisikan, tepat di sebelah setangkai daisy yang diletakkannya tadi. Rasanya ada yang aneh- begitu yang Lalisa pikirkan ketika ia melihat kematiannya sendiri, dari jauh.

More details
WpActionLinkContent Guidelines