ZETASKA
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 6, 2023
Menjadi seorang pelukis yang terkenal menjadi keinginan zeta sejak lama. Bertahun-tahun zeta lewati, akan tetapi usahanya sia-sia. Dikarenakan terhalang keputusan ayahnya. Diambang usahanya. Zeta dibuat benci oleh salah satu pelukis yang ramai dibicarakan. Seseorang dibalik coretan warna yang dibenci Zeta Malory Alveroz adalah anggota dari klub lukis disekolahnya. Askala Rarendra Savero Sejak saat itu... zeta ingin mengundurkan diri dari klub seni lukis disekolahnya dan juga menyerah meraih kengininan menjadi seorang pelukis terkenal. Apakah zeta menyerah begitu saja? Lalu... apakah zeta akan mengikuti apa yang diinginkan ayahnya?? "kalo lo gak mau kecewa sedalam palung mariana, ye jangan berharap setinggi bintang" - zeta "ngimpi doang, ngejar kaga bisa" - aska ~~~~
All Rights Reserved
#388
pelukis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Lukisan Tanpa Warna✔️
  • ALFAREZI [On Going]
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Peluk Aku, Tuan
  • RAPUH!
  • Changes a Lot
  • JANUS
  • The Found Of Love (End)
  • Perkara Rumpang

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines