Warning! (Novel Dewasa/21+)
Agam Sasmita terpaksa mencari wanita pengganti kekasihnya untuk menyandang status istri, demi membahagiakan mamanya yang tengah sakit parah, dan sangat menginginkan seorang menantu, serta cucu.
Jelita, wanita yang dijadikan tumbal untuk kelangsungan hubungan antara Agam dan kekasihnya Sabrina. Wanita yang satu ini sangat sabar, tenang, cantik, dan juga penyayang.
Pernikahan pun berlangsung dengan berbagai tekanan dan intimidasi. Meskipun pedih, Jelita berusaha bersabar dan bertahan. Sebab ia melihat, Agam adalah laki-laki yang baik dan hangat. Hanya saja, hatinya masih dimiliki oleh orang lain.
Di bulan keempat, pasca Agam berpesta dan mabuk-mabukan dengan teman-teman, serta Sabrina. Ia mengalami kecelakaan hebat hingga membuatnya terluka parah, dan tidak mampu bergerak. Bahkan, untuk membersihkan diri dan buang air saja, ia membutuhkan pertolongan dari orang lain.
Saat ini, pria itu hanya ditemani oleh Jelita, bukan Sabrina. Kasih sayang, dan perhatian Jelita mampu membuka mata Agam tentang betapa baik, dan indahnya cinta Jelita. Ia pun mulai jatuh hati kepada istrinya, diusia pernikahan mereka yang menginjak tujuh bulan.
Berkat buah kesabaran, senyuman iklhas, cinta kasih yang tulus, dan kepandaiannya, Jelita pun benar-benar mampu menaklukkan hati Agam. Hubungan romantis pun terjadi, dan akhirnya ia mampu memberikan seorang cucu kepada nyonya Livia.
Namun sayang, semua tak berjalan dengan sempurna. Sabrina yang kini merasa sangat menginginkan Agam yang telah berpaling darinya, telah menyiapkan trik jitu untuk melenyapkan Jelita.
Bagaimana taktik sempurna dari Sabrina untuk menghancurkan Jelita? Apakah wanita baik itu dapat bertahan kali ini? Lanjut baca kisahnya dalam novel berjudul "MY BED".
Jangan lupa follow sebelum baca..!
Kisah seorang wanita yang begitu tegar menjalani ujian hidup yang mendera nya. Pernah mengecap manisnya pernikahan namun juga Pahitnya perceraian.
Namun takdir Allah memang akan selalu berbuah manis bagi mereka hamba yang sabar. Karena pada akhirnya Dia akan di pertemukan dengan sosok Lelaki yang tepat.
" Lalu bagaimana bisa Pernikahan di lanjut Jika mempelai Pria nya saja tidak ada..!" kata Pak Imron selaku ayah Syifa dengan gundah.
Syifa hanya bisa meringis dalam pelukan Ibu nya. Sejak awal dia memang punya firasat tidak enak tentang perjodohan ini. Dia memang Janda tapi bukan berarti bisa dipermainkan seenaknya.
" Tunggu dulu Pak Imron..!" Sergah Bu Nyai sambil tersenyum jumawa.
" Daripada di batalkan, bagaimana jika kita lanjutkan saja pernikahan ini dengan mempelai Pria lainnya.. Yang Insyaa Allah jauh lebih baik dari Pria itu.."
Syifa membelalakan mata nya tak percaya dan merasa ini adalah sebuah lelucon ketika dia dinikahkan dengan seorang Lelaki yang pernah menjadi anak didik nya sendiri.