Prolog
Namaku Jiwa. Usia tiga puluh tiga.
Orang bilang, ini usia matang-titik di mana hidup seharusnya sudah mengarah jelas. Tapi bagiku, justru terasa seperti berdiri di jalan bercabang yang sunyi.
Aku tidak pernah terburu-buru soal cinta, apalagi pernikahan. Hidupku tenang, rapi, dan cukup.
Aku menulis cerita, akhir pekan memasak masakan rumahan, sesekali mengajar kelas daring untuk komunitas menulis. Dunia yang kupilih sempit, tapi nyaman.
Sampai suatu sore... dunia kecil itu terguncang oleh sebuah keputusan yang tak pernah kuduga.
Dan sejak hari itu, jalanku tidak lagi sama.
Pertama kali dibuat: 14 Februari 2023 -
Selesai: 04 Agustus 2025
"Vote dan komentar kalian berarti banget buat aku, ditunggu ya!"
***
Pengantar Penulis
Cerpen Jiwa terinspirasi dari lagu "Nala" karya Tulus.
Hak cipta lagu tersebut sepenuhnya dimiliki oleh pencipta dan label resminya, TulusCompany. Cerpen ini merupakan karya fiksi murni, bukan adaptasi resmi, serta tidak bermaksud menyalin atau menggantikan karya aslinya.
Bagi saya, "Nala" adalah cermin yang merekam perasaan perempuan di usia tiga puluhan-tentang menunggu, tentang harapan yang tak selalu berlabuh di pelabuhan yang diimpikan. Dari sanalah lahir Jiwa, tokoh yang mungkin meminjam sedikit nuansa dari Nala, namun memilih berjalan di jalannya sendiri.
Semoga di balik kisah luka yang terurai di sini, kamu tetap dapat menemukan makna yang ingin kusampaikan.
- - -⭑⚝ ֶָ֢
Dua tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Rafayel Benedict dan Sienna Sinclair hidup seperti dua pesawat di langit yang sama, tetapi dengan arah berbeda. Sebagai pilot dan pramugari di maskapai yang berlainan, jadwal sibuk mereka menjadi alasan sempurna untuk menghindari satu sama lain. Namun, di balik sikap dingin Sienna dan kesabaran Rafayel yang mulai menipis, ada turbulensi emosi yang perlahan memuncak. Apakah hubungan mereka akan terus terjebak dalam holding pattern, ataukah cinta akan menemukan jalannya untuk mendarat di hati mereka?
- - -⭑⚝ ֶָ֢