HUJAN TAK PERNAH BERTANYA

HUJAN TAK PERNAH BERTANYA

  • WpView
    Membaca 8
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Jan 24, 2026
WpInfo
Fiksi
Romansa
Diana terbiasa pergi tanpa pamit. Bagi dirinya, pindah sekolah hanyalah cara lain untuk menghindar-dari masa lalu, dari kesalahan, dan dari perasaan yang tak ingin ia akui. Keputusan pindah ke SMA Tunas Bangsa ia ambil dengan santai, seolah hidup hanyalah rangkaian tempat singgah yang bisa ditinggalkan kapan saja. Namun sekolah baru itu tidak sesederhana yang ia bayangkan. Di balik hiruk-pikuk kelas, tawa teman-teman, dan hari-hari yang tampak biasa, Diana dihadapkan pada pertemuan tak terduga yang perlahan meruntuhkan dinding dingin yang selama ini ia bangun. Rahasia demi rahasia mulai terkuak, luka lama kembali mengetuk, dan perasaan yang seharusnya tak pernah tumbuh justru semakin sulit diabaikan. Ketika hujan turun dan masa lalu menuntut untuk dihadapi, Diana harus memilih: terus melarikan diri, atau bertahan dan menghadapi konsekuensi dari hatinya sendiri. Karena tidak semua pertemuan terjadi secara kebetulan. Dan tidak semua luka bisa ditinggalkan begitu saja.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan