COPULATION (VERSI BAHASA INDONESIA)

COPULATION (VERSI BAHASA INDONESIA)

  • WpView
    LECTURES 68
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 35
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., févr. 8, 2023
Apa yang akan kau lakukan jika hakmu direnggut dan dikendalikan oleh sebuah tatanan negara? Rasa muak pasti menjadi jawabannya. Setidaknya hal itu lah yang dirasakan Ivory, peserta Copulation tahun ini. Gagasan untuk memiliki anak dari seseorang yang tak dicintai adalah hal yang berat baginya. Terlebih jika hal itu adalah permainan semata yang dikendalikan sebuah sistem. Ivory begitu membenci takdirnya sebagai sosok yang selalu dianggap lemah. Di sisi lain, Aaron yang semula hendak melamar tunangannya mendadak membatalkan rencananya dan memilih untuk mengikuti permainan itu. Pertemuannya dengan Ivory membuatnya memahami perasaan pasangan sesaatnya tersebut. Di saat yang sama, Ivory juga mempertanyakan perasaannya yang mulai tumbuh tanpa dapat dicegah. Menghabiskan siang dan malam dalam satu atap yang sama tentu membuat batasan yang ada menjadi abu-abu. Ia tak ingin menjadi perebut kekasih orang namun takdir menempatkannya pada posisi yang sulit. Bisa kah mereka bertahan di tengah upaya mereka untuk memecahkan sistem yang membelenggu kebebasan?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • As Possible
  • Power Of Destiny
  • Grow Up [COMPLETED]
  • His Fiero
  • The soulmate theory
  • COLD LECTURER (REVISI)
  • Paper Heart (Sekuel Velvet Love)
  • Stumbled Into You
  • Komandan Tampanku
  • Fate at the Edge of the sword

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu