Pulang yang Mempesona

Pulang yang Mempesona

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 10, 2024
Mata berlapis lensa ini menangkap sebuah bangunan yang sangat layak huni. Bangunan itu nampak sunyi, tetapi kokoh dan gemerlap. Lampu-lampu indah menghiasi bangunan itu seakan menyambut kehadiranku. Inikah rumah tempat hatiku pulang?
All Rights Reserved
#44
ospek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIALOG SINGKAT
  • Memories in Moon
  • Peluk Hangat di Ujung Perjalanan
  • Antologi Cerpen Remaja ( COMPLETE )
  • [ End ] Trabab See Chompo
  • Tales of Life (KUMCER)
  • I Hate You The Most
  • BILIK PESANTREN-KU
  • [ New ] MIKACINTA [ END ]

Dalam hatinya dia berkata bahwa Tak apalah. Ini jauh lebih baik daripada hidup di dunia penuh dengan ketidakpastian. Ketika dia sudah khusyuk dengan kehampaan tersebut. Ada Suara kecil menggelitiki telinganya. Perlahan suara itu mulai terdengar jelas. Tempo suara itu mulai cepat dan volumenya meninggi dan terus meninggi. Sampai pada jeda tertentu, mulai terdengar suara kokok ayam. Sekejap dia kaget membuka mata dengan pandangan kabur. Dia mengedipkan matanya beberapa kali sampai pandangannya terlihat jelas. Terlihat dinding bercat kuning pudar dengan stiker tempel bertulis Bangunlah. Ibumu tidak melahirkanmu untuk jadi pecundang. Namaku Budi, selama awal KKN di sini, pergolakan dan situasi aneh sering menimpaku. hanya satu hal yang menurutku tidak aneh, perasaanku terhadapnya benar-benar nyata.

More details
WpActionLinkContent Guidelines