Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Rembulan Tidak Pernah Menangis

Rembulan Tidak Pernah Menangis

  • WpView
    Membaca 935
  • WpVote
    Vote 92
  • WpPart
    Bab 25
WpMetadataReadLengkap Min, Mar 5, 2023
WpInfo
Puisi
Aku adalah sisa puing-puing kehancuran dari aksi pengkhianatan yang telah gagah kau lakukan. Sebuah pengkhianatan yang berawal dari luka masa lalu yang kau basuh sembuh. ; kau memelukku dan memberiku kedamaian, kemudian meremukkanmu tanpa belas kasihan. Untukmu, pergilah sejauh mungkin sampai aku benar-benar tidak akan menemukan bayangmu lagi. Pudarlah bersama tokoh barumu yang sudah mempersiapkan untuk kebahagiaanmu. Sebab ketahuilah, kini bagiku, kamu hanyalah sepotong di antara milyaran bintang di luar angkasa sana; pernah kusukai malam itu, namun besoknya tak akan pernah kukenali lagi. ... ❤❤❤
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#290
terluka
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Nostalgia Cinta Dalam Rindu
  • Kisah Nyata Dalam Mimpi
  • MY MJ (End)
  • Tentang Luka yang Begitu Setia
  • Rangkaian Aksara
  • You're Still in My Heart [On Hold]
  • Kepada sang pencipta rindu
  • KONSEKUENSI HATI
  • SEMESTAKU [Segera Terbit]

[SUDAH TAMAT] Pernah dengar kata menunggu?. Tentu pernah bukan?. Namun banyak orang yang terkadang sangat lemah dan sering mengeluh saat menunggu. Bagaimana jika ku katakan menunggu itu indah? Mengapa? Karena kupikir dengan menunggu akan selalu ada rasa terselip, yaitu rindu. Mengapa aku menyukainya? Jawabannya adalah karena dengan rindu, pertemuan dengan seseorang yang ditunggu akan terasa lebih indah bahkan hanya dengan satu tatapan. Aku tahu, kata orang tatapan adalah panah terdahsyat syetan bagi orang yang tidak diperbolehkan untuk menatapnya. Namun apalah dayaku yang hanya seorang gadis faqir ilmu dan faqir amaliyah ilmu. Aku tahu yang dilanggar namun terkadang aku tetap saja melanggar. Aku tahu yang diperintah namun terkadang tetap saja menyanggah. Malam terlalu pekat hari ini, bahkan hingga satupun bintang tak ada yang terlihat. Sepertinya ia tahu akan rinduku. Tapi ku harap rinduku biarlah jadi rahasia hatiku dan Allah, agar tak perlu ada hati lain yang tersakiti oleh rindu ini. Masih tentang dialog yang sama yang ku katakan pada Allah. Tentang do'a untuk orang tua, untuk keluarga, untuk seluruh muslim dan muslimat, untuk mukminin dan mukminat, dan untuk satu orang yang terselip. Orang yang pernah, bahkan masih mengisi hatiku sampai saat ini. Aku tak tahu bagaimana wajahnya sekarang, tapi wajah kecilnya saat itu masih terpotret dengan jelas dalam memori ingatanku. Entahlah bagaimana aku bisa mencintainya, padahal jika menurut logika aku hanya terlalu serius menanggapi omongan anak itu. Nadhira Nur Azmi ,,, Ig ; @baitsnf Yt ; @Baits_

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan