Samudra
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Feb 15, 2023
WpInfo
Non-Fiction
"Laut yang terlihat tenang bukan berarti tidak menyimpan sesuatu di dalamnya ,akan tetapi dia pandai untuk menutupi segalanya"ucap samuel tiba-tiba. "Tapi ini bukan tentang laut,tapi kehidupan yang saat ini lo hadapi cleo"lanjutnya sambil tersenyum miring. "Ckk...apaan sih Lo sok puitis banget"ucapnya kesal pada laki-laki di depanya. "why? tell me, what's your problem Cle"jawabnya sambil menampakan wajah datarnya dan alis terangkat satu. "Udah ah diem Lo,sotoi banget"ucapnya ketus. Terjadi keheningan diantara mereka,hanya ada suara deburan ombak. "Seni yang paling syulit adalah seni memahami wanita karena peka secara nyata bukan hanya sekedar kata-kata, tapi bukit nyata"ucapnya tiba-tiba memecah keheningan. "Lo.. ngode gua?"tanyanya. "Ckk ..apaan sih Lo,orang cuma ngomong juga"jawabnya ketus.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Misi Kalisa (End)
  • Abang? Suami?!!![TAMAT]
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • My Husband Is A Cold Man
  • ZERGAN
  • [BUKAN] Couple Goals 2
  • ALA
  • ArKa (End)

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines