Twenty One Twenty One

Twenty One Twenty One

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 15, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Lo yakin gak sih? Bisa raih mimpi lo?" tanyanya memecah keheningan. Di atas rumah pohon, dia sendiri yang duduk menekuk lutut seraya bersandar pada dinding kayu, sambil melihat langit berwarna biru cerah serta gumpalan awan berwarna putih yang indah. Ia menerawang jauh memikirkan bagaimana keadaan ke depannya. Apakah dia bisa meraih mimpinya yang tinggi, setinggi langit yang sedang ia pandangi. Sedangkan seseorang yang berada disampingnya masih setia dalam posisi tiduran, dan juga masih setia menutup mata. Merasakan sejuknya angin yang menerpa wajah tampannya. Setelah hening beberapa saat, kemudian orang itu menjawab, "Gak ada yang enggak mungkin, kan, di dunia ini?" Dia membuka matanya lalu ikut duduk dengan menekuk lutut dan memeluknya. Dilihatnya perempuan itu sekilas. kemudian atensinya ia palingkan ke arah langit yang cantik tersebut. "Kuncinya lo harus yakin! Gimana bisa diraih kalau lo sendiri aja ragu sama mimpi lo." Jawaban tersebut mampu membuat perempuan itu tertegun. ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LALA
  • Inside You
  • Mas Angga✔️
  • ALFIAN BAGASKARA
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Kala (On Going)
  • Lulu Dan Bilal
LALA

Tawa, cinta dan luka Lala Anastasya Rifani, gadis SMA biasa yang memiliki sifat ceria, ia harus bertemu dengan seorang pemuda yang dingin, namanya Rio Arfan arsyifki , yang membangun sebuah tembok acuh yang menjulang tinggi, itu ia lakukan agar tak ada celah untuk orang lain melihat luka yang sengaja ia tutup dari dunia. Sampai akhirnya perlahan kekuatan tembok itu tak bertahan lama, sedikit celah mulai terlihat, saat ia mulai terbiasa dengan kehadiran Lala yang membawa kehidupan sepi nya menjadi sedikit berwarna. Lala yang selalu hadir di setiap harinya, membawa sebuah alasan pertemanan, agar dirinya dapat selalu melihat rio, Alasan Sederhana namun dapat membawa dirinya menjadi jatuh kepada pemuda dingin itu. lalu, bagaimana dengan luka yang sengaja di tutup oleh Rio? Apakah Lala bisa menerima , kekurangan dan menjadi obat untuk luka itu? Bagaimana dengan kelanjutan hubungan keduanya? ------- " Sekarang kita temen" ucap Lala tiba tiba disertai tangan yang sudah bersiap menerima uluran tangan Rio " Hari ini, besok dan seterusnya Lo ga akan pernah gue anggap temen gue, gue benci cewe yang sok baik kaya Lo! Dan satu lagi gue peringatin jadi cewe jangan belagu!" Balas Rio dengan suara tajam dan sorot mata yang seolah olah ingin menghabisi Lala hidup hidup " Gapapa kalo Rio ga mau anggap Lala temennya Rio, tapi Lala yakin di suatu hari nanti Rio pasti butuhin Lala buat jadi temen... Temen hidup misalnya xixixi" ucap Lala santai dan jangan lupakan senyum manis yang selalu setia bertengger di bibir ranum nya " Sinting!" Selamat membaca:) Ini cerita pertama ku, maaf kalo ada banyak kesalahan dan kosa kata yang kurang pas:)

More details
WpActionLinkContent Guidelines