Reminisensi untuk Elegi

Reminisensi untuk Elegi

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 26, 2023
Dunia berputar atas ketentuan siang dan malam, keduanya memiliki rentang waktu yang sudah diatur secara seimbang. Sebagian insan di buana suka suasana saat siang, sinar hangat matahari menyeruak ke segala penjuru butala. Namun, ada pula manusia lebih menikmati waktunya saat malam, ada banyak bintang bertaburan ditemani cahaya lembut dari bulan. Kendati demikian, tidak satupun di antara makhluk bumi diizinkan untuk mendapat waktu siang saja atau malam saja. Keduanya akan datang silih berganti sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur. Begitupula dengan kebahagiaan dan kesedihan, keduanya juga harus datang secara bergantian. Canda tawa akan hadir, tapi tangisan dan teriakan bergetar juga harus dirasakan. Bagiamana dengan kisah gadis ini? Apakah dia akan mendapat kadar kebahagian dan kesedihan yang seimbang dalam hidupnya? Ataukah ia malah mendapat bagian yang berat sebelah?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Will You Be My Love Rain?
  • Putri Hutan Pinus
  • Sky.
  • The Midnight Bride [TAMAT]
  • Believe
  • AMERTA DALAM AKSARA
  • Our Journey To Love
  • Selamat Datang Cinta
  • Hikayat Cinta Sang Iblis [END]
  • What And or End Why

Cinta itu ibarat hujan. Ada yang datang seperti gerimis. Ada yang hanya lebat sebentar lalu menghilang hanya menyisakan basah. Ada yang deras hingga menjadi badai. Tapi sanggupkah kau menunggu sampai pelangi muncul? Aku rasa bisa kalau menunggunya bersama-sama denganmu. Maukah kau menjadi hujan cintaku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines