Story cover for ADIEU, AEON!  by ChiciUzm
ADIEU, AEON!
  • WpView
    Reads 313
  • WpVote
    Votes 165
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 313
  • WpVote
    Votes 165
  • WpPart
    Parts 7
Complete, First published Feb 10, 2023
Arasy telah membangkitkan roh penunggu kipas angin! 

Di masa menganggurnya, Arasy memilih menumpang hidup ke rumah Aki dan Emak yang sudah enam tahun tak dikunjunginya. Aki adalah petani masyhur yang gemar memperbaiki barang elektronik milik warga desa. Aki biasa melakukan itu di bengkel belakang rumah. Saat melihat-lihat, Arasy menemukan kipas angin milik kawan lamanya. Dia bermaksud mengembalikannya sambil bersilaturahmi. Sayangnya, kawannya telah lama meninggal. Kipas angin itu ia taruh di kamar. 

Suatu malam, Arasy iseng menyalakan kipas angin itu. Tiba-tiba bulu kuduknya berdiri. Di hadapannya muncul makhluk kecil berkulit biru dan pucat. Makhluk itu berkata, "Hei, kau Arasy? Masih hidup rupanya!"

Eh, bukankah itu Aeon, kawannya yang telah lama meninggal?!

---------
Cerita ini dibuat untuk mengikuti event dari RAWS Community
---------
19-2-23
All Rights Reserved
Sign up to add ADIEU, AEON! to your library and receive updates
or
#6blinddatewithrawscommunity
Content Guidelines
You may also like
Who's Me? [END] by Kucinghitam03
12 parts Complete
[CHAPTER COMPLETE] WARNING!! Cerita ini murni hasil pemikiran author:v -☆- Seorang gadis remaja yang memiliki kulit berwarna putih, rambut panjang berwarna coklat, dan mata berwarna biru toska. Ia terbangun di tengah-tengah padang rumput. Yang paling membuatnya bingung dengan dirinya sendiri adalah, ingatannya. Gadis itu tidak mengingat siapa namanya. Ia tidak ingat siapa keluarganya, atau tentang apa pun yang berhubungan dengan dirinya. Apakah, ia kehilangan ingatannya? Tapi, bagaimana bisa?! Padahal, gadis itu baru saja membuka mata dan tidak mengenali di mana ia berada sekarang. Apalagi, kenapa ia bisa pingsan di tengah hamparan rumput berwarna hijau ini. Di sisi kirinya, terdapat hutan dengan banyak pohon cemara yang menghiasinya. Sedangkan di sisi kanannya, terlihat sebuah pedesaan yang tidak terlalu kecil dan luas dari atas sini. Dan sisanya hanya dipenuhi oleh pegunungan. Dengan keberaniannya, ia memutuskan untuk mengunjungi desa itu. Ia ingin mencari tahu tentang dirinya sendiri. Siapa namanya, siapa keluarganya, atau bahkan kenapa ia dapat pingsan dan hilang ingatan di tengah hamparan padang rumput itu? Gadis itu ingin mengetahui penyebab pastinya! Apakah gadis itu mendapatkan informasi tentang dirinya sendiri di desa itu? Dan apakah yang membuatnya pingsan sampai hilang ingatan di tepi hutan? Sayangnya, desa yang ia kunjungi mengalami suatu tragedi mengenaskan. Hingga gadis itu bingung, harus berbuat apa dengan kondisi desa itu sekarang. Ditambah lagi, kedatangan 3 jurnalis membuatnya bertanya dan terus bertanya. Hingga, kemunculan satu-satunya orang yang masih hidup di desa itu, menguak semua fakta yang ada. Apakah, masalah sudah selesai saat fakta itu terungkap? Gambar: Pinterest Edit: Canva Publish: 05-11-2022 End: 26-06-2023
You may also like
Slide 1 of 9
[1] ESTRELLA (END) cover
Araleya: Titik Temu Semesta cover
Rains In Heaven (Huang Renjun) cover
Lotus ⚠️ End cover
Who's Me? [END] cover
In The Depth Of The Forest cover
Antara Dua Alam (TAMAT) cover
RAGU : THE SECRET STORY  cover
SWI AGENCY (END) cover

[1] ESTRELLA (END)

64 parts Complete

"Kadang-kadang langit bisa terlihat seperti lembaran kosong. Padahal, sebenarnya tidak. Bintang-bintangnya tetap ada di sana. Bumi hanya sedang berputar." Pemuda itu menoleh ke samping kanan dan mendapati si gadis tengah tersenyum, menatap ke langit gelap bertabur bintang. Surainya yang dibiarkan tergerai beterbangan tertiup angin malam. "Sesuka itukah sama bintang?" Gadis itu mengangguk. "Gue nemuin banyak arti kehidupan dari bintang-bintang itu. Seperti bintang yang sama tidak akan jatuh untuk kedua kalinya. Jadi--" Dia memalingkan muka, sehingga tatapan keduanya bertemu. "--gue harap nggak ada orang yang menyia-nyiakan kesempatan sekali itu." Si pemuda merasa kikuk dengan tatapan itu, jadi dia membuang muka. "Gue harap suatu hari nanti seseorang akan melihat lo dengan cara yang sama seperti lo melihat bintang-bintang itu." Lengkung senyum di bibir gadis itu perlahan jatuh. Ia kembali membuang muka, menatap bintang di angkasa. "Tapi gue harap nggak ada seseorang. Gue mau bintang itu sendiri yang balas melihat gue dengan cara yang sama. Egois, ya?" ⚠️ JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK. SAATNYA MENJADI PEMBACA YANG BUDIMAN. NO COPAS! Start : 26 Maret 2023 Finish : 17 Juni 2023