"201007" (Cinta Valerie)

"201007" (Cinta Valerie)

  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 130
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, Mar 24, 2023
Deg.. Valerie kembali lagi melihat di mata Devan masih ada kerapuhan. "Van kamu lihat sana?" seru Valerie kembali lagi menunjuk kembang api di langit. Terlihat Devan yang ingin berusaha jujur kepada Valerie perihal kepindahannya nanti. "Val," panggil Devan yang membuat Valerie melihat ke arah Devan yang tak lupa memberikan senyuman. "Aku mau jujur, sebenarnya aku dan mama akan pindah dan mungkin juga aku akan pindah sekolah, jadi aku ingin kamu mengetahui hal ini paling pertama" jelas Devan. Mendengar itu Valerie terdiam dan entah apa harus ia katakan. Ia tak menyangka bahwa Devan akan pergi jauh dari sisinya lagi. Dulu Devan juga pergi meninggalkannya sewaktu kecil dan sekarang terulang lagi. "Apa? Pindah..? maksudnya pindah rumah atau pindah sekolah, atau..atau?" suara Valerie terdengar goyang mata Valerie mulai berkaca-kaca ketika mendegar pernyataan Devan. Melihat Valerie yang hampir meneteskan air matanya, sekejap Devan segera mendekap Valerie dengan sangat erat tak membiarkan air matanya jatuh ke tanah. Tubuh Valerie yang kecil, di dekap Devan dengan sangat erat mencoba untuk memenangkan Valerie. Valerie merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya sehingga membuat Valerie sangat nyaman di pelukan Devan. Seakan waktu berjalan sangat lambat saat itu, di tambah angin kecil yang bertiup seolah menambah rasa sejuk di malam hari. Valerie yang masih merasakan kesal di hatinya, menarik tubuhnya dari Devan sehingga Valerie keluar dari dekapan Devan. Terlihat Valerie yang masih menangis namun mencoba melap air mata yang membasahi pipinya. Devan ingin mengusap air mata Valerie menggunakan tangannya namun di tepis oleh Valerie. *Kalau penasaran sama ceritanya lanjut....:)* Hai.. teman-teman, terimakasih yang sudah mau membaca cerita awal ini...mohon maaf jika ada salah penulisan atau alurnya yang sulit untuk di mengerti karena ini adalah karya pertama saya....selamat membaca,,,
All Rights Reserved
#24
1d
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • JAM 3 SORE
  • Vira Ayunda[On Going]Revisi✓
  • Calvarie | Revisian [Segera Terbit]
  • Milan [Completed]
  • Hey Valerie (END)
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia
  • Arsyilazka
  • AURORA

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines