enough

enough

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 11, 2023
"ini udah cukup kan, gak ada penderitaan itu lagi kan?, Nara!! jawab gw, ini udah cukup kan?" gadis itu menangis tersedu sedu, tak ada topangan dari siapa pun, kini yang iya rasakan hanya ke hampa an dan penyesalan. "Nara!! jawab gw, gw mohon" Detaran jantung itu mulai terasa, kegelapan itu muncul kembali, menggerogoti perempuan yang berusaha keluar dari hal yang membuat dunia nya gelap, namun, semakin ia ingin keluar semakin ia terjerumus ke dalam masa lalu yang akan terus membuat jiwa nya mati perlahan "Lika admaja Adi putra, sayang sekali kau yang harus menanggung perbuatan orang tercela seperti ayah mu" wanita itu terkekeh sendu, binar matanya menyiratkan kebencian, kekehannya mengibaratkan peringatan akan pembalasan dendam yang akan ia perbuat... Akankah ada titik terang di kehidupan seorang Lika admaja? Atau malah sebaliknya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bawa Aku Pulang
  • Rival, Jadi Pacar?
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Diary Raka [Selesai]
  • Di Masa SMP Ku
  • Entwined by fate || BXB
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • I hate you but I love you Mr.Crazy (SELESAI)
  • Hurry Hutt  Frei Wolfsmadchen
  • Good Bye Kinara (END)

"Keluargamu adalah penyebab dari semua insiden ini, dirimu dan keluarga kesayanganmu hanya mementingkan kepentingan pribadi kalian tanpa memikirkan orang lain, mata kalian sudah dibutakan oleh ketamakan". Emosi Dean sudah tidak tertahankan, air mata keluar membasahi sebagian wajahnya yang lusuh, bersamaan dengan beban pikiran yang selama ini dia hadapi. "Apa yang kau katakan Dean? bukankah kita sudah saling mengenal, kau tau bahwa aku tak seperti itu" "Diam, kau tau? kau tak pantas untuk berbicara padaku, bahkan setelah semua hal yang sudah aku lakukan untukmu, ini yang kau lakukan untuk membalasku?". Dean memalingkan mukanya, dia tidak tahan melihat muka meminta belas kasihan perempuan di depannya. Dean langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan perempuan itu sendirian tanpa menoleh ke belakang sedikit pun. Hujan yang awalnya hanya mengeluarkan rintik rintik airnya, tiba tiba seakan-akan mengeluarkan badai yang menggilas semua hal yang dilewatinya. Sesosok perempuan duduk termenung di tengah hutan, sedang menangisi apa yang baru saja menimpanya barusan. "Tidak tidak, aku tidak boleh seperti ini, aku harus memperbaiki semuanya, aku tidak sendirian, Dean pasti akan kembali padaku, semoga saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines