Lisa dan Lukanya

Lisa dan Lukanya

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 4, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
[UTAMAKAN FOLLOW, SEBELUM MEMBACA] "Tidak semua keluarga pantas disebut keluarga, tidak semua rumah bisa menjadi tempat pulang" Kisah seorang anak yang tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua nya. Dia yang mempunyai luka yang begitu dalam, tetapi dia tidak punya tempat untuk berkeluh kesah. Ya, dia, Natasha Syahara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa dan Cerita
  • Dandelion [TERBIT]
  • ASA: Semesta Itu Bukan Milik Kita
  • yang tinggal cuma luka, yang pulih cuma rumah
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Luka Dan Bahagia 'NATHAN
  • CEMARA
  • RUMAH TANPA ARAH
  • Dalam Dekapan Malam

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines