Terlambat✓

Terlambat✓

  • WpView
    Leituras 239
  • WpVote
    Votos 151
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, mar 15, 2023
Sudah end√ Cerita yang niatnya mau aku buat panjang, malah jadi singkat gara-gara rasa malas. .... Bisakah kuputar kembali waktu? Masa di mana aku dipeluk hangat oleh mereka, masa di mana tangisku selalu mereka jumpai dan siap menjadi pereda. Aku membutuhkan mereka. "Bisakah aku ulangi semuanya dari awal?" "Aku merindukan masa lalu." "Aku ingin mereka kembali." "Bawa aku ke masa lalu." Air mataku menetes menyatu dengan air hujan. Aku terus berteriak memanggil nama mereka, tapi semua hanya sia-sia, semua sudah 'Terlambat'
Todos os Direitos Reservados
#842
kesedihan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ex or New? [REVISI]
  • The First, Not the Last
  • Thank You For Everything [BoelxYaya]
  • Di Balik Bayang Asa
  • As Time Allows
  • Edgar Vaske
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Tentang Waktu (on going)
  • Flight

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo