Story cover for Who? by RosaNegra_04
Who?
  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Feb 12, 2023
Berawal dari Beatrice, Syella, dan Angel yang didatangi terror di kaca kamar mereka masing-masing. Terror itu berupa tulisan yang terbuat dari tinta merah seperti darah, "Akui kesalahan, atau hidup kalian tidak akan tenang." Seperti itulah kiranya tulisan tersebut. 

Mereka bertiga panik, takut, dan tidak tahu apa maksud dari tulisan tersebut. Beberapa hari setelah terror itu datang, tidak ada lagi kejadian aneh yang mengganggu mereka dan menganggap bahwa kejadian itu hanyalah sebuah mimpi buruk dan candaan saja. Namun, semua itu salah, hari-hari selanjutnya mereka kembali dihantui dengan sebuah kejadian dan teka-teki yang membuat hidup mereka semakin tidak tenang. 

Mereka semua bingung, siapa dalang dari semua ini? Dan apa sebenernya tujuan orang tersebut meneror mereka? Terlebih ketika Syella dan Angel dikabarkan masuk rumah sakit jiwa membuat Beatrice ketua dari mereka semakin ketakutan. 

Lalu bagaimanakah kisah selanjutnya? Siapakah dalang dari semua kejadian yang menimpa ketiga orang tersebut? Dan apa sebenernya tujuan orang itu untuk mengganggu kehidupan mereka bertiga?
All Rights Reserved
Sign up to add Who? to your library and receive updates
or
#935teror
Content Guidelines
You may also like
Pembunuh Di Sekolah by Deesca
10 parts Ongoing
Seorang gadis bernama Karin secara tidak sengaja terlibat dalam kasus pembunuhan di sekolahnya. Semuanya berawal ketika dia tidak sengaja menemukan mayat petugas kebersihan sekolah di belakang gudang. Hal ini menggugah rasa ingin tahunya tentang apa yang telah terjadi. Dia masih ingat dengan jelas genangan darah yang membuat rumput menjadi merah, dan tergeletak dengan beberapa luka tusukan. Mayat itu tampak seperti binatang kecil, tak berdaya di hadapan pemangsanya, mati begitu saja. Sebelum menemukan mayat itu, dia berpapasan dengan seorang pria. Seorang pria jangkung dengan masker dan kacamata hitam yang menutupi wajahnya. Pria itu juga mengenakan topi untuk menutupi rambutnya. Pakaiannya tampak berlapis-lapis, dan dia membawa tas besar yang tampak sangat berat. Namun, ada sesuatu yang tidak bisa disembunyikan oleh pria itu. Aroma darah yang jelas menguar dari tubuhnya. Kekacauan terjadi di lingkungan sekolah. Orang-orang mulai membentuk opini mereka sendiri. Karin adalah orang yang paling terpengaruh. Ia sering ditanyai tentang mayat yang ditemukannya. Orang-orang terus memintanya untuk menceritakan kembali kejadian itu. Pada saat itu, seorang guru baru datang dan mengalihkan perhatian warga sekolah. Seorang guru muda dengan wajah tampan yang menarik perhatian semua orang. Kasus pembunuhan menghilang begitu saja. Polisi tidak dapat menemukan petunjuk lagi. Ketika orang-orang mulai lupa, Karin merasa ada yang janggal. Guru muda itu tampak aneh di matanya. Karin merasa guru itu selalu mengawasinya. Guru itu juga memiliki sebuah buku catatan hitam yang ia tunjukkan kepada murid-muridnya. Dia mengatakan bahwa buku itu adalah catatan untuk anak-anak yang nakal. Jika pelanggaran mereka melebihi tiga kali, mereka yang nakal akan dihukum. Saat itulah pembunuhan berikutnya dimulai.z
You may also like
Slide 1 of 9
ERAT (TAMAT) cover
TRAGIS Season 1 (Selesai) cover
Who Is the Author? (OPEN PRE-ORDER) cover
Allena cover
Pembunuh Di Sekolah cover
Behind Bullying [END] cover
AMORA Wounded Girl (Perjodohan)  cover
REGRET  cover
SHADOW OF TRINITAS. (SELESAI) cover

ERAT (TAMAT)

20 parts Complete

Semua orang tahu bahwa Sakilla dan Fabian adalah couple goalsnya SMA GIS. Namun di balik itu semua, Sakilla lah yang paling tahu bahwa dirinya telah terjebak dalam hubungan yang beracun dan mematikan. Sakilla ditemukan bunuh diri di kamarnya, menggemparkan para tetangga dan teman-teman sekolahnya. Kabar kematian berembus cepat dan semua orang mulai menyalahkan Fabian. Namun paket yang diterima oleh Serra, saudara kembar Sakilla, sehari setelah kematian gadis ceria itu, justru membuat Serra sadar bahwa penyebab kematiannya bukan hanya karena Fabian.