Story cover for Rinai by abielshann
Rinai
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 12, 2023
[CW! Bullying, family issue]

Dia membiarkanku menangis di hadapannya. Dengan tangan besar yang mengelus puncak kepalaku, dengan tatapan mata yang tak bisa dibandingkan dengan betapa indahnya susunan tata surya, dan pelukan yang senantiasa kuterima setiap kali ia menatapku khawatir. Pada masa-masa di mana aku tidak bisa berdiri dengan caraku sendiri, Rinai sudah terlalu banyak memberiku macam-macam rasa nyaman yang tak akan pernah bisa kuganti dengan apapun. 

"Kalau kamu mau begitu, ya, sudah."

Malam itu, aku mencoba untuk belajar berdiri sendiri. Melihat dunia tanpa Rinai yang selalu membuka telapak tangannya untuk kujadikan tumpuan hidup.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Rinai to your library and receive updates
or
#163umum
Content Guidelines
You may also like
Mahligai Sunyi by AetherSerl
28 parts Complete Mature
Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.
You may also like
Slide 1 of 10
EPIPHANY cover
Mahligai Sunyi cover
Queenza (End) cover
SUARA BIA (TAMAT) cover
YOUNIVERSE (Tahap Revisi) cover
Love Is Hindered By Time cover
TACENDA [HiraetH] cover
Adelia Story cover
DUNIA DANIA ✅ cover
Rindu Arti Bahagia (TAMAT) cover

EPIPHANY

63 parts Complete

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah