Story cover for COMPLICATED by tsachaa
COMPLICATED
  • WpView
    GELESEN 7
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 3
  • WpView
    GELESEN 7
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 3
Laufend, Zuerst veröffentlicht Feb. 12, 2023
Erwachseneninhalt
KAWASAN 18+ (Bukan adegan vulgar yang banyak anu anunya tapi banyak kata kasar dan beberapa cuil adegan yang nyerempet ke arah anu. Harap bijak dalam memilih bacaan)






Kina tidak pernah menyangka bahwa kedatangannya di sebuah bar milik bosnya membuat ia dicap seorang pelakor.

"Nggak! Mana gue kenal sama laki lo! Enak aja kalau ngomong!"

"Heh, nggak usah pura-pura, ya, bangsat! Gue tahu tiap malem lo yang   ngangkangin laki gue, setan! Lo juga yang suka ngirim pap nacked ke laki gue itu tiap gue udah tidur! Sialan, lo, cewek nggak tahu diri!"

"Idih! mulut barokah amat," Kina mengipas-ngipasi wajahnya yang terasa panas karena menahan emosi. Kalau bukan karena ancaman kenaikan gajinya akan ditahan mana sudi dia datang kesini. 

"Awas lo kalau masih gangguin laki gue!"

"Udahlah, Yang. Malu dilihat orang-orang." 

Kina menatap sinis lelaki yang membuatnya ada diposisi seperti ini.
"Heh! Urus cewek lo tuh! Enak amat maki-maki gue! Dahlah! Kalau sampe gue bisa nemuin bukti kalau bukan gue yang lo maksud itu. Gue aduin lo ke polisi atas pencemaran nama baik dan perlakuan tidak menyenangkan!"

Kina bergegas pergi dan meraih tasnya yang sempat ia taruh di meja. Kemudian menelpon seseorang dan memakinya tanpa memberikan kesempatan untuk seseorang di seberang sana.

"Nggak usah ngelak lo, setan! sengaja kan lo ngirim gue kesini!"

Orang di seberang sana hanya tertawa ngakak.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie COMPLICATED zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
 Cuman Kebetulan von FauziNur9
11 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
Semuanya akan baik" saja jika kalian selalu berada di jalur eak, hai kenalin nama gw Fauzi anak orang kaya esetdah, ya kali ini umur gw udah beranjak 15 tahun dan bakalan masuk SMA favorit lewat beasiswa loh gak nyogok siapa bilang orang kaya skill nyogok, ya mungkin gak akan banyak yg gw ceritain sampe jari gw pegel pegel minta di urut, ya nama panggilan gw oji gw suka nonton film bahkan cita-cita ku menjadi aktor terbaik di dunia cita-cita yg sangat mulia kan kalian pikir itu bakalan di bantu orang tua? Eits jangan dulu gw lakuin semuanya sendiri ya tapi di kasih modal lah buat 5 tahun gw hidup hari ini gw lagi sibuk beres-beres jadi gw gak usah banyak bacot sama kalean oke bentar sibuk ni lagi beresin barang. "Oji nak!! Ini kmu komputer bawa gak?" Kata ibu ku. "Gak usah Bu aku bawa laptop ku aja" teriakku. "Dek ini sepatu kmu mau di bawa yg mana" kata teteh ku. Haduh perasaan tadi udah gw bilangin biar gw aja yg urus semuanya ngapa mereka ikutan sih ngeselin banget dah. "IBU!! AYAH!!! TETEH!! MBOK!!! PAMAN!!! BIAR oji aja yg urus semuanya" kataku sambil tersenyum manis. Hadeuhh ribet bener dah arghh segala. "Wah yah anak kita sudah besar" "Iya Bu anak ayah sudah besar ayah bangga" "Eh bocil sosoan Lo mau ngekos tidur aja masih gw kelonin lu"kata teteh sambil acakin rambutnya ku. Ayah dah ibu seketika ketawa. "IHHHH APAAN SIH UDAH GEDE TAU!!!!" bentak ku. Kesel banget sih masih di perlakuin kayak anak kecil huh. Dan beres waktunya berangkat. #vote #komen gaes #follow #jika ada kesalahan mohon di ingatkan #terimakasih #banyak kata-kata kasar #khusus 18+ :')
Sudut pandang (felisha) von alghisty_
7 Kapitel Laufend
"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih
Arkan&kiara von _dinaseptiani03_
9 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
Menceritakan seorang siswi cantik pembuat onar dan si ketos yang tampan! Kiara mengendap-endap melewati koridor tanpa melihat lagi ke depan karena ia sibuk celingak-celinguk sambil menunduk membuat ia menabrak sesuatu hal hasil ia juga terjatuh. Brukk "Awsh" "Jalan pakai mata"ucap arkan datar "Dihh dimana-mana jalan pakai kaki ya"sewot Kiara yang belum menyadari siapa yang sudah ia tabrak "Terlambat"tanya arkan singkat "Kek kenal gue suara nya"batin Kiara "Bangun" "Nah bener kan gue bilang ngapain sih ketemu orang kek gini ngomong aja kek patung dingin dasar kulkas berjalan "umpat Kiara dalam hati "Bantuin dong"ucap Kiara "Sendiri" "Nyebelin banget sih Lo,kagak ada rasa bersalah apa udah buat gue jatoh lagi"cerocos Kiara sinis Tanpa memperdulikan ucapan Kiara, arkan malah balik tanya "Kenapa Lo telat"tanya arkan Setelah Kiara berdiri "Dihh ngapain Lo tanya-tanya"ucap Kiara sambil berjalan melewati arkan tapi belum sempat menjauh sudah di hadang Arkan. "Ihh apa sih Lo pegang-pegang"sewot Kiara melepas tangannya dari arkan "Ikut gue" "Ogah gue, mau kemana Lo" "BK" "Kagak mau gue,emang situ siapa" "Ketua OSIS" "Ohh ketus OSIS doang"ucap Kiara santai "Hah apa ketua OSIS"lanjut Kiara terkejut Dijawab deheman saja oleh arkan Tapi Kiara masih santai pikirnya masa orang didepannya ini ketua OSIS "Emang bener ya"tanya polos Kiara Membuat arkan jadi gemas sendiri kenapa gadis didepannya ini sangat lucu pikirnya. 'lucu'batin arkan "Iya cepat ikut gue"ajak arkan "Mati gue,kok gue bisa ketemu ketos sih mana nyebelin lagi,hari ini apes banget sih hidup gue" Mau tau keseruannya ayo dibaca jangan lupa vote and comen ya, author sangatt butuhh bangett loh dari kalian semua:) Happy reading🤗😍🤍💙🤍💙 Ig.dinaseptiani03
Amor Eterno  von Sa_ra_da22_620Nakata
5 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) von Ayu_Wandira1
24 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.
Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End) von kelanawengi017
10 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
Keheningan sesaat dalam kamar hotel mewah tetsebut. Yang ada hanyalah desah nafas dua insan yang telah usai mendaki puncak dari kenikmatan dunia. Pakaian mereka masih utuh dan lengkap tapi dua bagian tubuh mereka telah menyatu. Chika perlahan berdiri dari tubuh Renra. Ia merapikan celana dalamnya. Dan melihat Renra yang masih berusaha mengatur nafasnya. "Itu sebagai pengingat buat lo Ren. Gue adalah Lonte. Sampai kapan pun, meski gue udah berhenti. Orang akan tetap menganggap gue lonte. Gue cuma nggak mau ngerusak nama baik lu, nama baik keluarga lu. Akan banyak badai yang harus kita hadapi andai lu sama gue. Dan gue nggak siap buat itu. Lo masih banyak pilihan untuk hidup lo. Dan pilihan itu bukan gue. Tapi, kalau lo ngebutuhin gue. Lo masih nyimpan nomor gue." Setelah mengambil tas dan memasukkan amplop coklat itu ke dalam tas jinjingnya. Chika pun pergi meninggalkan Renra yang masih setengah sadar. Mata sayunya hampir saja tertutup menerima kenikmatan membahana yang diberikan Chika. "Chi. . Chi. . Chi. . " Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan tangan yang mencoba menggapai. *** Cerita tentang anak-anak manusia yang mencoba menemukan arti cinta sejati. Didalam pekat dan kelamnya kehidupan mereka. Cinta adalah memilih. Apakah itu tentang materi, status sosial, atau sekedar rupa wajah. Biarlah hati yang menentukan. Cerita ini mengandung unsur dewasa. Tapi, percayalah itu hanya bumbu penyedap. Bagai minum kopi, tanpa suara hujan.
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 10
Let Me In (OPEN PO) cover
 Cuman Kebetulan cover
Sudut pandang (felisha) cover
Arkan&kiara cover
Oddly Coupley (Complete) cover
Perpindahan Dimensi Sang Penulis  cover
JEBAKAN CEO NAKAL (21+) cover
Amor Eterno  cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End) cover

Let Me In (OPEN PO)

30 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt

adult romance story 18+ ∆∆∆ "Kau sudah banyak bicara sekarang hm?" Fire berjalan mendekatinya, sembari melepaskan dasi yang tadi belum terlepas kemudian melemparnya asal. Oxy diam, tidak mundur dan mencoba menghindar. Dia sempat berpikir salah satu cara dia mengetahui segalanya dan terbebas dari semua ini adalah bersikap berani dan tak banyak menentang. Berani dalam artian lebih berani menunjukan ekspresi. Fire sekarang berdiri di hadapannya, tubuhnya yang tinggi menjulang itu berbau musk sialan yang membuat akal sehatnya menipis. "Ya." "Good girl. Dan oh, apa kita sedang bermain twenty one question and answer?" "Tidak. Jawab saja pertanyaanku tuan Fredeix." "Pertanyaan yang mana nyonya Fredeix." Perkataan Fire membuat mata Oxy melotot. Pria brengsek di depannya sudah pandai bercanda rupanya. "Apa perlu aku mengulangi pertanyaanku?" "Permainan ini tidak menyenangkan. Bagaimana kalau kita bermain yang lain. Bermain bibir misalnya." "Aku sedang tidak mengajakmu bermain sialan!!!" "Tapi aku ingin bermain." ∆∆∆ Not for chi ldren under 18. (Mengandung kata kata kasar dan beberapa adegan dewasa, tetapi tidak sampai ke sex scene)