KAWASAN 18+ (Bukan adegan vulgar yang banyak anu anunya tapi banyak kata kasar dan beberapa cuil adegan yang nyerempet ke arah anu. Harap bijak dalam memilih bacaan)
Kina tidak pernah menyangka bahwa kedatangannya di sebuah bar milik bosnya membuat ia dicap seorang pelakor.
"Nggak! Mana gue kenal sama laki lo! Enak aja kalau ngomong!"
"Heh, nggak usah pura-pura, ya, bangsat! Gue tahu tiap malem lo yang ngangkangin laki gue, setan! Lo juga yang suka ngirim pap nacked ke laki gue itu tiap gue udah tidur! Sialan, lo, cewek nggak tahu diri!"
"Idih! mulut barokah amat," Kina mengipas-ngipasi wajahnya yang terasa panas karena menahan emosi. Kalau bukan karena ancaman kenaikan gajinya akan ditahan mana sudi dia datang kesini.
"Awas lo kalau masih gangguin laki gue!"
"Udahlah, Yang. Malu dilihat orang-orang."
Kina menatap sinis lelaki yang membuatnya ada diposisi seperti ini.
"Heh! Urus cewek lo tuh! Enak amat maki-maki gue! Dahlah! Kalau sampe gue bisa nemuin bukti kalau bukan gue yang lo maksud itu. Gue aduin lo ke polisi atas pencemaran nama baik dan perlakuan tidak menyenangkan!"
Kina bergegas pergi dan meraih tasnya yang sempat ia taruh di meja. Kemudian menelpon seseorang dan memakinya tanpa memberikan kesempatan untuk seseorang di seberang sana.
"Nggak usah ngelak lo, setan! sengaja kan lo ngirim gue kesini!"
Orang di seberang sana hanya tertawa ngakak.
30 Kapitel Abgeschlossene Geschichte Erwachseneninhalt
30 Kapitel
Abgeschlossene Geschichte
Erwachseneninhalt
adult romance story
18+
∆∆∆
"Kau sudah banyak bicara sekarang hm?"
Fire berjalan mendekatinya, sembari melepaskan dasi yang tadi belum terlepas kemudian melemparnya asal. Oxy diam, tidak mundur dan mencoba menghindar. Dia sempat berpikir salah satu cara dia mengetahui segalanya dan terbebas dari semua ini adalah bersikap berani dan tak banyak menentang. Berani dalam artian lebih berani menunjukan ekspresi.
Fire sekarang berdiri di hadapannya, tubuhnya yang tinggi menjulang itu berbau musk sialan yang membuat akal sehatnya menipis.
"Ya."
"Good girl. Dan oh, apa kita sedang bermain twenty one question and answer?"
"Tidak. Jawab saja pertanyaanku tuan Fredeix."
"Pertanyaan yang mana nyonya Fredeix."
Perkataan Fire membuat mata Oxy melotot. Pria brengsek di depannya sudah pandai bercanda rupanya.
"Apa perlu aku mengulangi pertanyaanku?"
"Permainan ini tidak menyenangkan. Bagaimana kalau kita bermain yang lain. Bermain bibir misalnya."
"Aku sedang tidak mengajakmu bermain sialan!!!"
"Tapi aku ingin bermain."
∆∆∆
Not for chi ldren under 18.
(Mengandung kata kata kasar dan beberapa adegan dewasa, tetapi tidak sampai ke sex scene)