Si Sulung

Si Sulung

  • WpView
    Membaca 3
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Feb 12, 2023
I just want to make you proud I'm never gonna be good enough for you I can't stand another fight And nothing's all right - "Perfect" Simple Plan "Kakak salah apa, ma?" "Gapapa ya sayang, ada saya." Beban yang kau pikul, pilu dan sakit yang kau pendam, kau dekap sendiri dalam ringkihnya tubuhmu. Wahai sulung, masih sanggupkah engkau untuk berjalan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#126
trustissue
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BarraKilla
  • Perjodohan paksa || jaemnnie
  • Pelangi Setelah Hujan ✖ IDR
  • Wrong Feeling ~Namon~
  • LOVE FOR BROTHER {END}
  • Our Rean Sada -End-
  • BINTANG 1117
  • Sehangat Maaf Mentari (Tamat)
  • Pelakor? Yes, I'm! (BOOK 1)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan