Slave To Love

Slave To Love

  • WpView
    GELESEN 11
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Feb. 13, 2023
WpInfo
Fanfic
Menjadi seorang novelis muda yang setiap karyanya selalu naik daun merupakan hal yang dibanggakan oleh seorang Capella. Carleta sudah berulang kali mengingatkan Capella untuk berhenti mempermainkan hati laki-laki hanya untuk menyusun novel satu ke novel lainnya. Capella yang tipikal keras kepala itu, tentu saja hanya menganggap nasihat Carlet candaan semata. Hingga lagi-lagi Capella menemukan target laki-laki berikutnya yang kisahnya akan ia jadikan sebagai novel. Capella pikir membuat novel tentang pribadi Resta tidak terlalu buruk. Namun nyatanya gadis itu salah besar. Satu tekad awal gadis tersebut menyusun novel ialah dirinya tidak boleh menyukai laki-laki yang dirinya gunakan dalam penulisan novel. Tapi kali ini entahlah, Capella melihat Resta lebih menarik jika hanya sekedar dijadikan sebuah novel. Disisi lain, teman sekelas Capella bernama Bintang diam-diam menahan debaran kala Capella bersama dirinya. Dulu Bintang sangat meyakini bahwa persahabatan seorang laki-laki dengan perempuan mustahil jika diantara keduanya tidak menyimpan suatu rasa. Namun, kali ini Bintang akui bahwa dirinya kalah. Capella tentu saja tidak tahu perihal apa yang Bintang rasakan. Akankah Capella berhasil dengan misi menyelesaikan novelnya tentang seorang Resta? Ataukah dirinya akan menyerah begitu saja akan perasaan yang ia bawa dalam proses penulisan novel tersebut? Bagaimana dengan Bintang yang setiap hari merasakan debaran sendirian? Dan inilah, Budak Cinta. Tentang penulis novel yang jatuh hati dengan karakter yang ia buat sendiri.
Alle Rechte vorbehalten
#305
funfiction
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • PERIHAL MENGIKHLASKAN
  • Bukan Salah Cupid "Memanah"
  • 7 Seconds
  • My Barista Boy(Friend)
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Bukan Stalker [TAMAT]
  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]

Tak ada hal yang harus Carla tolak jika dia datang kembali. Walau sudah berulang kali perjuangannya tidak dihargai. Jika dia menolak. Mungkin itu adalah hal paling bodoh selama 3 tahun ini dia perjuangkan dan menunggu. Laki-laki itu datang tanpa keberanian. Hanya dengan rangkaian bunga sebagai sosok dirinya dan selembar kertas sebagai mulutnya. Betapa bahagia Carla. Tuhan baik kepadanya setelah kenyataan mengikhlaskan kedua orangtuanya untuk pergi selama-lamanya. Laki-laki yang dia cintai selama ini, kini selalu bersamanya. Menggantikan sosok kedua orangtua. Walau memang tak sepenuhnya. Namun jika dia mendapat pilihan. Pertama, kehilangan kedua orangtua tetapi apa yang telah ditunggu datang. Kedua, orang yang telah ditunggu-tunggu tidak pernah datang, namun sosok kedua orangtua ada selalu untuknya. Tanpa berpikir dua kali, dia akan memilih yang pertama. Namun apa boleh buat, jika takdir berkata lain. Ketika dia harus menerima kenyataan kedua. Semua itu terjadi. Carla memutuskan untuk hidup sebatang kara. Ketimbang dia ikut dengan abang dan adiknya. Dia lebih senang di Indonesia walau sendiri. Karena hanya rumah yang ditempatinya kini pernah merasakan kekeluargaan. Takdir berjalan lagi lebih cepat. Tuhan mengambil semua miliknya. Orang yang dia sayang dan begitupun dengan ingatannya. Semua begitu cepat berubah hanya dalam waktu beberapa bulan. Semua kehidupannya berubah. Kini dia tinggal bersama keluarga kecilnya. Selalu ada kebahagiaan dibalik kesedihan yang mendalam. Dengan hadirnya seseorang yang begitu cepat mencintai Carla dengan sepenuh tanpa dia sadari. Namun marahnya tak bisa dia kendali saat tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi kurang lebih 1 tahunn lalu. Betapa pahit rasanya mengetahui apa yang terjadi. Kemarahan itu Carla lampiaskan kepada semuanya. Keluarga keciln dan orang yang sepenuh hati membantunya untuk sembuh dan berusaha membahagiakannya. Sampai akhirnya kesadaran dia rasakan. Setelah kehilangan itu terjadi. Namun Tuhan ................

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien