TACENDA [ON GOING]

TACENDA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 331
  • WpVote
    Votes 69
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 10, 2026
Bukan tercandu-candu oleh 'kamu nanya', tetapi Althara tercandu-candu oleh senyuman manis Daisha, sang pujaan hati. Tidak berani mendekatinya hanya memandangi dari jarak jauh saja. Althara selalu menatap lekat mata bulat itu, selalu terpesona oleh senyuman sang pujaan hati. Gengsi, kata yang tepat untuk Althara. Hal yang lebih dibiarkan tidak terucapkan .... .... Hasil mikir sendiri!! Jangan psi borgolanti diborgol!
All Rights Reserved
#604
lukisan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARTAN
  • Dear of Natasya
  • Mirari : Melodi Semesta [END]
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • Drowning In The Pain
  • The Secret Of Old School
  • SENANDIKA (Zeedel)
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Terangkai Semu (End)
  • Commitment At That
ARTAN

[WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA!] *** Tentang gadis cuek dan laki-laki absurd tak bisa diam bak cacing kepanasan. *** Bayangkan bagaimana rasa nya jika kehidupanmu berubah secara tiba-tiba? Itulah yang di alami seorang gadis bernama Naisha Nazira Maheswari. Hal ini terjadi setelah ia diganggu oleh si brandal sekolah baru nya. Hal yang paling menyebalkan adalah, ketika hari-harimu dikacaukan oleh seseorang yang tidak pernah terpikirkan sebelum nya. Disinilah awal pertemuan dan kisah tak terlupakan antara seorang gadis cantik, ambisius terhadap pelajaran dan ratu matematika dengan seorang Artan Mahesa Shankara. Laki-laki berandal, penguasa sekolah, ketua geng, dan selalu membuat onar tentunya. *** "GUE BENCI SAMA LO!" Teriak Naisha. "Hah, cinta?" "Congekan ya lo, kampret!" Umpat Naisha geram. "Iya, gue juga cinta kok sama lo.." *** "Lo udah suka, kan, sama gue?" Tanya lelaki itu percaya diri. Naisha melirik malas, "Najis! Lo bau ketek, congekan, rambut acak-acakan, jigong lo juga tuh tebel. Ga minat gue." Maki Naisha, mampus. "Gue heran, gimana bisa, sih, lo se-percaya diri itu?" "Iya karena gue ganteng, apalagi lah?" "Gantengan juga tukang kebun gue daripada monyet kayak lo!" "Mulut lo durhaka banget boncel!" Gemas Artan sambil menyomot bibir tipis Naisha. ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines