HAIDEN

HAIDEN

  • WpView
    Reads 390,637
  • WpVote
    Votes 25,163
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadComplete Fri, Sep 22, 2023
WpInfo
Fanfic
NCT
Terkadang Haiden merasa nasibnya selalu tidak beruntung, mulai dari dirinya yang hidup sebatang kara sampai dia sendiri pun tidak tahu dari mana ia berasal. Hingga akhirnya ia bertemu dengan keluarga yang sangat kaya raya dan ingin mengangkatnya sebagai anak. Haiden pikir setelah ia bergabung dengan keluarga tersebut hidupnya akan bahagia, ternyata tidak sebahagia ekspetasinya. Lalu, bagaimana nasib Haiden setelah itu? Apakah ia akan bertahan atau malah sebaliknya? • Cerita ini murni hasil author sendiri
All Rights Reserved
#31
haechan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kemana Arah Pulang?
  • ISSAM (Lee haechan) ✔️
  • The Gihandaroe's
  • Find Happiness || END
  • Strangers
  • Hello, Grayson [SELESAI]
  • BEST BROTHER [ NCT DREAM ] {END}
  • Selenophile (SUDAH TERBIT)
  • HILDAN'S STORY
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • KenZian [END]
  • Sandyakala | Haechan
  • All For Jievin [END]
  • Sweet Family
  • Our Family
  • When this rain stops || NCT dream x 127 [END]
  • HOUSE OF 7 STRANGERS [SLOW UPDATE]
  • Rain || NCT dream [PRE ORDER!!!]
  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )

Insiden yang merenggut kedua orang tua mereka telah mengubah segalanya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa hampa dan penuh kesedihan. Setiap sudut rumah yang mereka tinggali kini penuh dengan kenangan akan masa lalu, dan rasa kehilangan yang tak terhingga. Lima bersaudara itu terjebak dalam arungan luka tak kasat mata. Terkunci dalam labirin ketakutan yang tanpa sadar telah mengikis tali persaudaraan mereka. Maraga, si sulung yang harus merelakan masa kuliahnya dan beralih menjadi tulang punggung keluarga. Reshaya, sang kakak kedua yang enggan berbagi duka. Hendara, si anak tengah yang selalu menangis di sepertiga malam hanya karena merindukan Bunda. Dan si kembar, Juandika dan Anandika yang sama-sama memendam sesak tak berkesudahan. "Aku kangen rumah yang dulu." "Kita berdamai sama-sama ya? Jangan ada lagi yang di pendam." Written by Kala Rune Desember, 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines