Love Triangle

Love Triangle

  • WpView
    Reads 320
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 7, 2026
Kisah Arraya Agnedia poland mendapatkan biaya siswa di SMA Antariksa sekolah yang paling bergengsi dan paling elit di kawasan jakarta. Arraya berasal dari keluarga sederhana, Mama Arraya seorang penjahit baju dan Papa Arraya memiliki warung makan kecil. Kisah Arraya dimulai ketika masuk pertama di sekolah ketika melihat ada siswi yang tengah dibully oleh segerombolan siswa yang bersikap semena-mena pada seorang siswi dengan melempari siswi tersebut dengan telur busuk dan tepung terigu. Arraya langsung datang dan melindungi siswi yang dibully tadi dan seketika itu pula Arraya masuk ke kandang macan dan mengobarkan bendera peperangan pada segerombolan siswa tadi. "Hei berhenti! Apa-apaan sih yang kalian lakukan?" "Siapa lo? Berani banget lo ngebelain si cupu ini. Lo gak tau kita siapa hah?" ucap ketua serombolan siswa tadi. "Gue gak tau kalian siapa dan gue gak perduli kalian siapa! Yang gue tau kalian gak boleh semena-mena di sekolahan. Karena tujuan ke sekolah untuk belajar bukan jadi preman kayak kalian! Beraninya sama cewek. Banci kalian!" tegas Arraya. "What? Lo ngatain kita banci. Lo berani ngebela si culun ini berarti lo sama aja berani sama kita," ucap Arkan. "Gue gak takut sama lo! Karena lo bukan tuhan yang harus gue takutin!" tegas Arraya.
All Rights Reserved
#19
kimtaehyung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • ALLAND
  • ARSHA (Telah Terbit)
  • AILAH(END)✅
  • All About You [END]
  • The Mystery Of Nusa Bangsa School
  • MY FAVORITE GIRL (being written)
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines