HUJAN KALA SENJA

HUJAN KALA SENJA

  • WpView
    Membaca 429
  • WpVote
    Vote 37
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Apr 8, 2023
Apa yang terlintas di pikiran mu jika mendengar kata hujan? kala? senja? Hujan memang seseru itu ya, ketika hujan mengalahkan semuanya, seakan aku lupa dengan masalah ku. Senja memang seindah itu ya, seketika melihat senja, aku melihat langit yang begitu cantik namun kenapa senja harus mengalah pada malam? Mengapa senja sama sepertiku? Mungkin cerita ini akan penuh teka-teki. Sama seperti hidupku yang dipenuhi dengan teka-teki dan kepalsuan. Note : Cerita ini dari sudut pandang pertama.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#405
wattpadrekomendasi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Senja yang Tersamarkan (COMPLETED)
  • Mencintaimu Dari Ujung Senja
  • SENJA NATA [END]
  • Dia Senja
  • Halaman Terakhir Untuk Gara [END]
  • For Sunrise [COMPLETED]
  • Langit.
  • Hujan Tanpa Senja
  • ARGA [REVISI]

(Beberapa Part cerita diprivate, follow untuk membaca selengkapnya) Ini tentang kemampuan untuk menjaga hati. Ini tentang senja yang selalu pergi namun tetap kembali. Ini tentang hadirnya bintang selepas senja menghilang. Ini tentang kenyamananku berada diantara senja dan juga bintang. Jika aku diberi kesempatan untuk memilih, mungkin aku memilih untuk tidak. Karena egoku memaksaku untuk bersama keduanya. "Entah aku harus bahagia atau seperti apa, ketika selalu ada BINTANG selepas SENJA menghilang." ~Afanin Nahda Huwaida Hikam~ "Mengapa harus menyukai senja? Dia hanyalah bayangan cahaya orange yang tersamarkan dan akan menghilang dan tenggelam oleh sinar bintang." ~Mikael Al-Steve~ "Aku tak ingin menjadi senja, aku tak ingin menjadi langit, aku tak ingin menjadi bintang. Aku tak sedang menunggu, aku juga tak pula ditunggu. Aku hanya ingin menjadi AKU, dan aku hanya sedang memantaskan diri, bukan dinanti atau pun menanti." ~Athafaris Adnan Oktarian~

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan