HAVAN (HIATUS)

HAVAN (HIATUS)

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 21, 2025
Dia, Vanessa Aurélia. Seorang gadis pendiam yang menyimpan banyak luka di balik sikap tenangnya. Ia iri melihat kasih sayang yang diterima orang lain dari orang tua mereka. Sementara itu, ia selalu merasa diabaikan, seolah kehadirannya tidak pernah cukup berarti. Dia, Harvey Alaric. Seorang pemuda dengan julukan "playboy" yang melekat kuat. Harvey terkenal karena pesonanya yang sulit ditolak dan riwayat cintanya yang panjang. Hampir setiap gadis di sekolahnya pernah jatuh hati kepadanya, meskipun itu hanya berlangsung singkat. Namun, bagaimana jadinya jika Vanessa, si gadis pendiam, dipertemukan dengan Harvey, si pemuda penuh pesona? Akankah Harvey yang terkenal suka mempermainkan hati orang lain, menjadi sosok yang berbeda bagi Vanessa? Ataukah pertemuan ini hanya akan membuka luka baru bagi gadis yang telah lama merindukan kehangatan? Kisah mereka baru saja dimulai, membawa pertanyaan yang tak terjawab: cinta atau luka? ______ Revisi setelah tamat
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Possesive Playboy
  • How Heart Works [Completed]
  • REGRET
  • THE BACHELORS [TAMAT]
  • I Know Who Im in Love With! [Completed]
  • Heart Breakers
  • ICE GIRL [END]✅
  • VALMORA
  • We Can't Be Friends
  • KevNess

Nareshta Ravaleon Arkana, si tampan populer di SMA Ganesha. Playboy sejati yang tak pernah kehabisan daftar nama cewek untuk ditaklukkan. Baginya, cinta adalah permainan dan perempuan hanyalah selingan. Semua bisa datang dan pergi ... kecuali satu. Askara Renaffea, sahabat sekaligus satu-satunya cewek yang tak pernah bisa ia sentuh sepenuhnya, tapi juga tak sanggup ia lepaskan. Kara adalah tempat Naresh pulang tanpa pernah diberi kepastian. Ia satu-satunya yang membuat Naresh memiliki rasa peduli bahkan posesif. Tapi perhatian itu nyatanya bukan anugerah melainkan jerat tak kasat mata. Kara terjebak di antara harapan dan kenyataan yang tak pernah berpihak. Naresh tak pernah bilang cinta. Tapi tak rela melihat Kara dimiliki orang lain. "Lo suka sama gue?" tanya Kara. " Nggak! Tapi lo tetep punya gue!" "Lo egois, Resh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines