SANTET PAKAIAN DALAM

SANTET PAKAIAN DALAM

  • WpView
    Reads 1,087
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 10, 2023
Setelah menolak lamarah Galih, Kemuning tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak. Namun, malam itu Nining mendapatkan mimpi yang aneh. Di dalam mimpi itu, Nining tengah berada di sebuah kamar bersama seorang laki-laki. Cahaya kamar yang remang dengan pencahayaan lilin kecil membuat Nining tak mampu melihat lelaki yang tengah bersamanya. Di mimpi itu, Nining merasa tak seperti biasanya, ia begitu bergai-rah dan bahagia. Bahkan saat laki-laki itu mulai menjamah tu-buh-nya. Nining pasrah. Kemudian lelaki itu meninggalkan Nining begitu saja, Nining pun mengejarnya. Hamparan bunga dan angin sepoi menyentuh kulitnya, arum semerbak bunga membuat bibir Nining tersenyum kecil. "Ning! Sini! Kejar aku!" teriak lelaki itu dengan ber-te-lan-jang dada. Nining pun berlari mengejarnya hingga sebuah tangan kekar menyekal pergelangan tangannya dengan kuat. Nining merasa begitu kesakitan, ia memberontak. "Lepas!" jerit Nining marah. "Astaqfirullahalazim, Ning. Eling, Dik!" Aji membungkus tubuh adiknya yang tanpa sehelai kainpun menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia memeluk Kemuning dengan erat setelah berhasil mengejarnya sampai di pertigaan jalan, lalu menggiringnya pulang tak peduli dengan tatapan tajam para tetangga. Adikku tidak gila! ***
All Rights Reserved
#309
santet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aresya Audi ΔEndΔ
  • Juragan Tampan &  Gadis Kampung
  • Assalammualaikum, Ustadz [END]
  • SENJA DI PUNCAK TANGKILING
  • RUANG KINANTI
  • DIKANESHA
  • Ijbar [Selesai]
  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Five wishes! [SM Family]

Aresya Audi Wijaya.. Yang sekarang menjadi Aresya Audi Maurine Oliver. Hanya tentang bagaimana ia menjalani hidup, tanpa orang tua, keluarga maupun teman. Menjalani kerasnya hidup selama 8 tahun, tanpa sang nenek yang menyayanginya dan menganggapnya ada. Saat ia mencoba menerima mereka yang mendekatinya, mereka semua selalu memanfaatkannya. Hingga ia tak lagi memiliki rasa percaya pada siapa pun selain dirinya sendiri. Saat itulah, sebuah keluarga besar memintanya untuk menjadi bagian dari keluarga mereka. "ABANG! ENGGAK! LEPASIN ABANG! ABANG AWAS!" DOR Banyak misteris yang satu persatu terpecahkan dan terkuak. Mampukah Asya menghadapi dan melindungi keluarga barunya, dari bayang bayang keluarga lamanya. "Maaf ayah~ Adek minta maaf~ Ayah harus kuat ya~ Ayah gak boleh sedih lagi~" ucap Asya lirih di sisa sisa kesadarannya, diakhiri dengan senyum. Sebelum akhirnya ia jatuh tak sadarkan diri. Simak terus kelanjutan ceritanya ya~

More details
WpActionLinkContent Guidelines