sebatas asa

sebatas asa

  • WpView
    Reads 154
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 18, 2023
Bercita cita sekolah meski hanya sebatas Menengah Atas dan bekerja di kota. Itu adalah ingin ku Meski tertatih, bukan hanya jarak yg jauh namun biaya yg tidak sedikit membuat aku harus mencari tambahan untuk bisa meringankan orang tua yg menyekolahkan ku. Tapi tekad ku kuat akan keinginan ku yg terlepas dari Kehidupan di desa yg hanya sebatas tahu baca tulis berhitung dan sebagian mereka hanya berpendidikan hingga SD. Akan ku buktikan bahwa anak desa bisa berpendidikan hingga SMA. Kehidupan ku baik baik saja, hingga bencana itu datang... Iya bagi ku itu adalah awal dimana mulai nya aku terpuruk, bukan hanya mimpi ku yg terbengkalai, juga pertama kali nya aku mencintai bahkan membenci nya dalam waktu dekat. Bagaimana kehidupan ku selanjut nya? Ikuti saja kisah ini " sebatas asa"
All Rights Reserved
#51
cintahalal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • Angkasa (Forget Me Not)
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • GRIZELLE [Completed]
  • GREENSTA [END]
  • Teen Unplanned Pregnancy
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Restu Tuhan
  • OUR PROMISE
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines