Untuk memenuhi langit, atas nama, Merkurius
Coretan tentang rasa kembali diterbangkan dari hati menuju palung hatimu jua Ranum merah muda semburat di pipi, tentang dia laki-laki tak banyak bicara yang menyimpan segudang cara menerjang seluruh raga dan rasanya
Rasa terlanjur tumbuh,
Seketika hati luluh diantara keterasingan
Dia pemilik mata teduh dengan senyum kaku yang tampak dalam atma
Dia bukan tokoh utama dalam kehidupanku,
Tapi akan ku jadikan tokoh utama pada setiap sajak yang aku torehkan
Aku bercerita tentang dia begitu sempurna, Bahkan jika melihat kekurangan ada didalamnya,
Dia tetap terlihat sempurna.
Ditulis saat mentari ikut mendengarkan sajak ini
Kediaman, Pluto.
All Rights Reserved