Timpang Tindih

Timpang Tindih

  • WpView
    Reads 7,253
  • WpVote
    Votes 554
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2026
Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Thirty Five (Completed)
  • (End) Ketika Hanya Hati yang Saling Bicara
  • TOUCHED (End)
  • Segetir Rindu
  • After We Divorce [New Version]
  • Ragu Semesta
  • Imperfect Wife
  • Setelah Menikah
  • DANDELION (Aku bukan Orang Ketiga)

Usia Gemini kelewat matang untuk seorang wanita yang masih melajang. Hampir tiga puluh lima tahun, dan dia masih sendiri. Gemini sudah mati rasa ketika sepuluh tahun lalu gagal menikah. Dia tidak percaya dengan yang namanya cinta, paling tidak dia tidak merasa dicintai kecuali oleh keluarganya sendiri. Gemini tidak memiliki niatan untuk melepas masa lajangnya meskipun kakaknya sudah mewanti-wanti Gemini untuk segera menikah. Dia sudah nyaman dengan kehidupannya yang serba sendiri sampai ketika seorang bocah lelaki sekolah dasar merecoki hari-harinya yang tenang. Dia tidak terlalu suka anak-anak, apalagi kalau nakal. Zion, bocah SD yang baru pindah dari Surabaya ke Jakarta dan selalu mampir ke coffee shop nya bersama dengan pengasuhnya hanya untuk mengganggu keseharian Gemini. Awalnya Gemini hanya diam, membiarkan Zion melakukan apa saja yang dia suka karena bagaimanapun dia adalah pelanggan, dan pelanggan adalah raja. Tapi lama kelamaan Gemini juga tidak tahan. Kesabarannya hancur buyar seperti tisu yang disiram air. Dengan lantang dia membentak Zion dengan kata-kata yang tidak pantas. Dan sialnya, kali ini disaksikan oleh ayah anak itu. Gemini dalam masalah besar.....

More details
WpActionLinkContent Guidelines