Tangisan sang Hujan

Tangisan sang Hujan

  • WpView
    OKUNANLAR 64
  • WpVote
    Oylar 13
  • WpPart
    Bölümler 4
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cum, Şub 17, 2023
"Gua minta maaf"Lelaki itu menatap Rain lekat, perasaan tak tergambarkan menyergap relung hatinya. Rain mengangkat satu tangannya yg tengah memegang segelas Wishkey lalu menjatuhkannya ke lantai membuat seisi ruangan menatapnya. Langit, lelaki itu reflek mundur saat gelas itu pecah guna menghindari serpihannya tapi tidak dengan Rain, gadis itu diam membiarkan serpihan gelas melukai kaki putihnya "gelas itu ibarat hati gua Lang... walaupun lo mau satuin sekarang... ga bakal bisa kaya dulu, paham?" ujar gadis itu dingin. ~~~~••••~~~~•••~~~~~••••~~~~••••~~ Ini salahmu, lepaskan dia. jika kau siap menyambut kenapa tak siap melepaskan? hentikan! takdir tidak pernah sebaik itu
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Soal Rasa 2
  • My Icy Girl (COMPLETED)
  • COMPLICATED
  • Kakak Pramuka Cantik!
  • SEMESTA
  • I'm not Raya [√]
  • Ali Arkhan
  • Soal Rasa
  • Salah Tapi Enak [GXG]

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi