PESTA REMAJA

PESTA REMAJA

  • WpView
    LECTURAS 8,523
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, feb 15, 2023
"Siang neng Rili... mau dibantuin bawa belanjaannya neng?" Pak Umar yang merupakan satpam komplek menyapaku saat aku melewati pos jaga di lingkungan komplek perumahan. Matanya menatapku yang sedang berdiri di depannya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Matanya mungkin dapat menangkap butiran keringat yang membasahi wajah dan leherku. "Gak usah Pak, Rili bisa sendiri," balasku sambil tersenyum ramah. "Duh, tapi kasihan bapak liat cewek cantik kayak neng Rili bawa belanjaan berat-berat, sampai keringatan gitu... Biar bapak aja neng yang bawa, kalau perlu neng Rili bapak gendong sekalian sampai rumah."
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Langkah baru bersama mu
  • BHS
  • Entertainer
  • Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT)
  • ALRIN
  • Unpredictable Love
  • 10 Bujang Vs Bocil // ~��•Bungul Gank•~
  • SAD GHOST 6 ✓

Setelah melewati masa lalu yang penuh penantian dan kehilangan, Nazla akhirnya melangkah ke fase baru dalam hidupnya-menjadi istri dari Ilham, teman sekelasnya semasa kuliah yang selama ini diam-diam menyimpan rasa. Kini, mereka tinggal di sebuah rumah sederhana di kota. Hari-hari Nazla kini dipenuhi dengan jadwal mengajar sebagai dosen muda, sementara Ilham, suaminya, bekerja di sebuah lembaga riset lingkungan. Kehidupan rumah tangga mereka dimulai tanpa gemerlap janji manis yang berlebihan, melainkan dari hal-hal sederhana yang mereka bangun bersama: sarapan pagi yang hangat, perjalanan singkat ke kampus, dan tawa di balik kelelahan hari-hari panjang. Namun, kehidupan pernikahan tidak selalu semudah kelihatannya. Di tengah kesibukan dan impian masing-masing, keduanya dihadapkan pada ujian: mampukah mereka menjaga cinta tetap hidup di tengah rutinitas yang semakin padat? --- > "Kalau kamu masih mikirin dia, ya udah! Angkat kaki dari rumah ini!" Suara Ilham menggema di ruangan itu, cukup lantang untuk membuat Nazla terdiam dan bergetar di tempatnya berdiri. > "Mas... kamu serius ngomong gitu ke aku?" Nazla hanya bisa menatap mata suaminya dengan tatapan kecewa, matanya berkaca-kaca.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido