ANGEL

ANGEL

  • WpView
    Leituras 98
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadConcluída sex, abr 7, 2023
"Diratama, kuberikan namamu untuk malaikat kecil kita. Ku tulis juga buku ini untukmu tanpa sepengetahuanmu." "Tetaplah abadi di hati, dan jangan sampai pergi. Menetaplah di pikiran, jangan sampai terkikis oleh zaman." - Diary Adhisti Maharani. ••• Dhira menjelajahi perjalanan waktu menuju masa lampau dengan buku diary milik Adhisti. Dirinya sekedar ingin tahu, sosok seperti apa ayahnya di masa lampau. Dhira sedari lahir yang tak pernah melihat ayahnya, tak pernah tahu bagaimana pribadi ayahnya, kini dirinya akan mengetahui itu semua. Tulisan tangan milik Adhisti ibundanya seolah menuntunnya untuk berimajinasi. Benar-benar indah dan menyenangkan untuk dibaca! Menurutnya. "Bunda terlalu indah untuk ayah, dan ayah terlalu sempurna untuk bunda. Andai aku jadi keduanya, aku juga jatuh cinta sepertinya." ••• "Kamu cantik Adhisti, tapi sayang kamu bertemu dengan orang seperti ku yang penuh kekurangan ini." "Ssst. Dimataku, kamu sudah sempurna. Lihatlah buktinya, aku jatuh hati." - Obrolan keduanya dengan bahasa isyarat. ••• Warn (14+) akan ada adegan kekerasan dan semacamnya, jadi mohon bijak dalam membaca. Update : tidak menentu, sesuai mood admin hehe.
Creative Commons (CC) Atribuição
#471
minji
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • You are in my past and my future [END]
  • Jodoh Untuk Adel (END)✅
  • ~MoonShiny~◇
  • Bad boy is a good boy for me [END]
  • Inside You
  • THANK YOU KA
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Kamu dan Negara S1 [SELESAI]
  • i love komandan S1-♡

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo