SEKOLAH KEMATIAN

SEKOLAH KEMATIAN

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 28, 2023
Awan hitam dan bangunan tua menjadi saksi bisu dimana terjadi nya peristiwa yang menelan banyak sejarah membekas di masa nya, dimana aku yang langsung menyaksikan malapetaka itu terjadi. "Kalimat yang selalu muncul di benakku semenjak kejadian yang menimpa aku waktu hari lalu. Aku melihat teman temanku mati dengan cara yang tragis di depan. Namun aku tidak bisa apa-apa, diriku hanya bisa melihatnya terkujur dengan kaku. Dalam beberapa hari, pembunuhan terjadi dengan cepat. Aku sungguh tidak percaya hal ini bisa terjadi terhadap diriku. "Apakah aku akan mati?" kataku dalam hati. Diriku baru masuk tahun pertama di sekolah. Namun,diriku sudah mengalami kejadian yang buruk. Aku takut, gelisah, tidak tau harus bagaimana. Namun, aku harus bisa menghadapinya, demi orang-orang yang ku cinta. Meski mereka sudah tidak lagi bersama diriku.
All Rights Reserved
#682
sekolahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • PSHYCOPAT IN THE SCHOOL
  • Reincarnation - Lord is Extremely Hardcore   (END)
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • 𝐎𝐀𝐒𝐈𝐒 𝐌𝐄𝐍𝐆𝐈𝐊𝐈𝐒?
  • Warisan Gandari
  • Koridor Sekolah ✔ ||  (TELAH TERBIT) ||
  • THE IMPOSTOR?
  • CATATAN PEMBUNUHAN (END)
  • kemah Terlarang

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines