Wir haben unsere Inhaltsrichtlinien aktualisiert.
Sieh dir die neuesten Richtlinien an, um weiterhin sicher Geschichten zu teilen.
Erfahre mehr
LIBEROSIS
  • WpView
    GELESEN 260
  • WpVote
    Stimmen 17
  • WpPart
    Teile 5
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Juni 23, 2023
WpInfo
Belletristik
Romantik
Malam yang gelap, terdengar ramai sorak-sorakan manusia dan derup motor yang sahut-menyahut. Seorang gadis cantik memasang helmnya untuk memulai balapan kali ini. 'Maaf, gue bohong lagi dek.' *** Cittt... Darrr... Tubuh beserta motor gadis itu terlempar jauh, seseorang yang tak jauh darinya langsung menyusul. Dengan sigap dia memberhentikan motornya dan melihat kondisi rivalnya itu. Gadis itu dalam kondisi lemah tak berdaya, namun mulutnya bergerak ingin menyampaikan sesuatu, "tolong jangan kasih tau adek gue, Den." Perlahan dia menutup matanya dengan sekujur tubuh yang penuh luka dan darah. "Nay, bangun!" "NAYAA?!" "ARGHH, BALAPAN SIALAN!" teriak lelaki itu mengumpat emosi, belum sempat dia menyatakan perasaannya, tapi gadisnya malah menggenaskan seperti ini. Beberapa detik kemudian, detak nadi gadis itu kembali berdetak, menandakan gadisnya masih hidup, namun dalam keadaan kritis. Terdengar helaan nafas sedikit lega merasakan detak itu, segera dia memanfaatkan waktunya sekarang untuk membantu rival balapnya ini. *** "Lu bodoh banget sih." "Kalo gue tau, gue gak akan buat tantangan ini Arga!" "Cih, lu obsesi banget sampai segitunya buat milikin Naya!" *** Seorang gadis termenung menatap pintu rumahnya sendu, ntah apa yang dia tunggu dan khawatirkan. Kita tidak bisa menebaknya hanya Tuhan yang Maha Esa lah yang tau. "Kamu mikirin apa? Hm." "Aerta, Kak Naya balapan lagi ya?" Uhuk! Pertanyaan spontan itu membuat sang pemilik nama tersedak. Bagimana ini? Dia sebenarnya tak tega berbohong, tapi Naya melarangnya untuk memberitahukan hal ini. ----- Gimana tertarik buat baca kelanjutannya? tunggu bab selanjutnya ya lagi proses. Jangan lupa follow and vote biar fighting wkwk. Bye👋
Alle Rechte vorbehalten
#1
sebagian
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • SHAKARA (END)
  • Horibble Woman (END)
  • Felicity [On Going]
  •  ALZERA (On Going)
  • ARTAN
  • Amor Eterno
  • Me Obsessed With You [End- Tahap Revisi]

shaka diam-diam masuk ke kamar yoana. langkahnya ringan, nyaris tanpa suara. dalam remang cahaya kamar, ia mendekat dan perlahan duduk di sisi ranjang. tanpa berkata apa-apa, ia menunduk dan menyentuh bibir yoana dengan lembut. yoana yang awalnya terlelap, terbangun oleh sentuhan asing di bibirnya. matanya terbuka perlahan-dan ia mendapati shaka di sana, menatapnya dalam-dalam sambil terus menyentuh bibirnya. "mmh..." yoana berusaha mendorong tubuh shaka pelan, kebingungan dengan situasi itu. namun shaka justru bergeser, kini duduk di antara kedua lutut yoana, membuat geraknya terbatas. matanya tajam menatap mata yoana yang penuh tanya dan cemas. "yoana..." bisiknya lirih, "gue cuma pengen ngambil kembali sesuatu yang harusnya milik gue." yoana menggeleng cepat, napasnya tercekat. ia tak bisa berkata apa-apa. °°°°° shaka menarik napas dalam-dalam, lalu menunduk. ia meletakkan kedua tangannya di sisi kaki yoana, lalu menundukkan kepala hingga menyentuh lantai. suaranya rendah, nyaris seperti doa. "izinin gue buat masuk ke dalam hati lo..." yoana tetap diam, tatapannya kosong. ia belum sepenuhnya paham maksud shaka. "dan izinin gue... buat bahagiain lo," ucapnya lirih, nyaris tak terdengar. yoana menunduk. lama. lalu perlahan, ia mengangguk pelan. hanya satu anggukan, tapi cukup untuk membuat dada shaka terasa hangat. mau tau kelanjutannya ga? kalo mau ikuti akun ku dan kalian bisa baca deh start: 24-02-2025 finished:7-11-2025

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien