Bonjour Paris!

Bonjour Paris!

  • WpView
    Reads 51,086
  • WpVote
    Votes 2,051
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 28, 2014
Ferina Widjaya lebih memilih hidup sendiri tanpa teman dan kerabat ditengah hiruk pikuk Kota Paris. Hari demi hari dilalui Ferina dengan berbagai rintangan. Tugas kuliah kedokterannya yang tak kunjung berhenti, pacar yang diam-diam menyelingkuhinya, hingga ia yang harus mencari kerja sampingan demi membayar uang sewa apartemen yang menunggak. Di puncak segala permasalahanny, datang seorang mahasiswa asal Indonesia yang bersedia membantu Ferina. Apakah ini hanya trik belaka? Bagaimana dengan mantan Ferina yang terus menerus menganggunya? Paris kan kota cinta, atau Ferina harus hidup tanpa cinta di Paris?
All Rights Reserved
#121
prancis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear Fenly || Un1ty
  • My Lecturer is My Husband
  • BETTER THAN THIS - TERBIT (Seri Pertama Always)
  • Love Can't Understood
  • LOVELY KARENINA (SUDAH TERBIT)
  • Heartbeat Trauma
  • Dating Demi Gengsi
  • 01| HAGIA SOPHIA 1999  [END]
  • THE BILLIONAIRE'S PRINCE [END]

Sama halnya seperti semburat warna pelangi Gugusan bintang di langit dan aurora Borealis Beberapa entitas indah memang diciptakan untuk dipandang Bukan untuk diraih apalagi dimiliki Bagaikan mengharap pakistan bersatu dengan India Jangankan kasih sayangnya, perhatian darinya saja tak dapat ku miliki Ini bukan bagaimana aku mengisahkan cerita cinta dalam hidupku, kisah ini tak berisi bagaimana aku bertemu gadis cantik karna tak sengaja menabraknya atau tak sengaja satu kelas dengan dia, kemudian kami saling jatuh cinta dan bahagia. Tidak ini jauh dari kisah seperti itu. Aku ingin menceritakan kebohongan mamaku yang mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. Aku ingin menceritakan kebohongan mama yang katanya akan menemaniku selamanya dan aku juga ingin menceritakan kebohongan mama tentang bagaimana indahnya memiliki saudara. Aku tak mengerti bagaimana bisa wanita yang paling ku percaya tega membohongiku, aku masih tak mengerti bagaimana Tuhan menuliskan kisahku ke arah mana, ia memberiku air mata tapi sepertinya lupa menuliskan kata bahagia, setelah semua kebohongan itu ku terima, setalah takdir itu Tuhan mainkan kehidupanku banyak berubah. Kepedihan dan penderitaan mulai tertarik untuk singgah. Meninggalkan rumah, dan tinggal dengan manusia-manusia random akan menyenangkan pikirku, hingga aku lupa jika salah satu dari mereka adalah sumber luka yang nyata. Sia-sia aku lari ternyata luka itu turut mengikuti, ingin mencoba membenci tapi aku tak akan pernah sanggup perangi. Hingga kini luka itu abadi dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines