Anomaly and Enigma from Utopia

Anomaly and Enigma from Utopia

  • WpView
    Reads 220
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 24, 2023
Saat pertama kali kulihat matanya, aku terhanyut ... Rasa-rasanya aku dibawa ke dasar laut terdalam dan dibiarkan kehabisan nafas, sampai tiba-tiba aku merasa seperti berada di tengah-tengah kehampaan yang melenyapkan dan menggugurkan eksistensi ku. Aku dipenuhi perasaan yang kiranya mengganjal, tapi membuatku nyaman, menyelimuti ku dengan hangatnya sesuatu yang belum bisa ku deskripsikan. Baru pertama kali-akui ku-kurasakan perasaan seperti ini. Aku ingin segera mengungkapkan perasaan ini, secepatnya. Tidak bermaksud terburu-buru, tapi aku hanya ingin memastikan sesuatu. Menghilangkannya bagaimana? Perasaan ini. Bagaimana bisa kalau benang-benang itu terus terikat entah karena apa? Haruskah aku membantunya? Tidak, aku memang harus membantunya! Original by me. Cover by me. Just enjoy it.
All Rights Reserved
#10
complication
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Archetypal [Terbit]
  • Semua Tentang Kita (STK) ✔️
  • As Time Allows
  • Hilang.
  • ALONENESS
  • kaLAna: Two Different Worlds
  • Don't Cry
  • Need You

[WARNING! 18+] [DISTURBING, VIOLENCE, TRIGGER CONTENT!] * Apa yang istimewa dari hidup? Jika pertanyaan itu diberikan pada Ruby, maka jawabannya tidak ada. Memang tidak ada yang istimewa. Berkabut kelabu semua. Rumah, tempat yang seharusnya jadi sahabatnya untuk terus hidup itu sudah lama rusak. Keluarga, yang seharusnya jadi lentera juga sudah lama padam, yang tersisa hanya dingin, beku, dan sesak. Jadi, semua hal di dunia ini bagi Ruby hanya susunan konstelasi kosong yang sudah lama mati dan gelap gulita. Hingga siang itu, di bawah pohon rambutan tua itu, seorang anak laki-laki seusianya datang menyerobot duduk di samping Ruby seperti orang gila---atau mungkin memang demikian karena ini rumah sakit jiwa. Dia mengulurkan tangan dan berkata, "Aku Navi Renggana. Kenapa wajahmu ditekuk terus? Mau bercerita? Tenang saja, aku ini orang gila." ©️Mayaothra 240721

More details
WpActionLinkContent Guidelines