Let's Go Home Again

Let's Go Home Again

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 27, 2023
Mereka ber12 adalah saudara, namun malam itu insiden yang tidak di ingin kan menipa mereka semua. Mereka semua mengalami kecelakaan saat hendak pulang ke rumah sore itu. 9 dari mereka semua selamat tapi tidak dengan 3 lain nya, mereka ber3 meninggal di tempat karna mereka ber3 lah yang mengalami luka yang parah. Namun ada salah satu dari mereka yang masih belum ikhlas atas kepergian ke3 saudara nya itu. "Bang itu lo?" tanya Justin. "Lo beneran pulang??" lagi. "Jangan nangis lagi, gua udah pulang sekarang" jawab nya. "Stop lakuin kebiasaan itu lagi" omel sang kakak. "kangen gak lo sama gua? pasti nya kangen sih hahaha" tawa kembaran nya itu. Justin bahagia, karna ke3 saudara nya telah pulang lagi ke rumah. tapi kenapa tidak dengan ke 8 saudara nya yang lain? apa mereka tidak senang?. "Jangan halu lo tin" "Stop Justin!" "LO JANGAN GINI GOBLOK" "APAAN SI ORANG MEREKA BER3 EMANG UDAH PULANG KOK, KALIAN NYA AJA YANG GA SADAR" "STRESS LO JUSTIN" Mau tau kelanjutannya? LES'T GO BACAAA n: cerita ini gada sangkut paut sama kenyataan para idol ya, aku cuma pinjem visual mereka aja oke, jadi bijak lah dalam membaca okeyyy, see youu👋🏻🌷
All Rights Reserved
#302
yedam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • JUNKYU HAREM [TAMAT✓]
  • JIHOON HAREM [TAMAT✓]
  • 12WISHLIST -TREASURE-
  • [i] 1024 | Treasure ✔
  •  simfonos'  | TREASURE 12 ✅ [SELESAI]

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines