Senjana untuk Mahesa

Senjana untuk Mahesa

  • WpView
    LECTURAS 6,134
  • WpVote
    Votos 486
  • WpPart
    Partes 40
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, ago 18, 2025
"Mas, takdir jahat ya?" "Takdir mama gue lebih jahat, Jan." "Maafin ibu gue mas." Nyatanya, orang yang selalu diceritakan oleh Mahesa adalah ibu nya sendiri. Nyatanya yang merusak keluarga kekasihnya adalah ibunya sendiri. "Lucu ya Senjana, harusnya kita bisa lebih dari sekedar pacar. Tapi realitanya kita malah jadi kakak beradik." "Belum mas, belum." "Gue yakin, anak yang dikandungan ibu gue itu, anak ayah." "Bukan anak papa lo." Mahesa tersenyum smirk mendengarnya. *** Senjana untuk Mahesa Iya kan Tuhan? Bukankah itu takdirnya? [Heeseung Universe]
Todos los derechos reservados
#138
heeseungenhypen
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • FEARLESS || JAYISA
  • MAHEZENA [END]
  • Aku Ingin Bercerita
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • [✔] Seano Erlangga
  • Devil in Your (ANGGARANTA)
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Galaksi✓
  • Our Emergency Calls

Hidup itu pilihan. Tapi ada karena suatu kesalahan bukanlah suatu keinginan. Toh yang namanya manusia pasti pernah khilaf pada masanya. Siapalah yang bisa mengira seperti apa Tuhan menorehkan takdir seseorang. Sera, gadis cantik yang terlahir mandiri sejak kecil itu ditakdirkan bertemu dengan Kafka, laki-laki yang selalu ingin terlibat dalam setiap proses dan langkah kecilnya. Membuat Sera mau tidak mau menerima eksistensinya. Bersamaan dengan itu banyak hal baru yang Sera temukan, termasuk menekan rasa takutnya untuk memperjuangkan Kafka, agar selalu menjadi miliknya. Pun dengan Kafka yang juga melakukan hal yang sama. "Ka, aku nggak pantes ya berdiri di samping kamu?" "Kata siapa? Ra, hidup itu simpel, Tuhan kasih banyak opsi buat dijadikan pilihan. Kalau nggak bisa berdiri di samping aku, kamu bisa duduk di pangkuan aku. Jangan takut, Ra. Mereka cuma iri. Kita bisa berjuang sama-sama." "But i'm a mess." Kafka tersenyum, "Kalau gitu kita tata lagi perlahan, sampai kembali seperti semula. Nggak ada yang perlu dikhawatirkan, selagi bersama, semuanya bakal berjalan sesuai rencana, Ra."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido