Senjana untuk Mahesa

Senjana untuk Mahesa

  • WpView
    Reads 6,038
  • WpVote
    Votes 486
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 18, 2025
"Mas, takdir jahat ya?" "Takdir mama gue lebih jahat, Jan." "Maafin ibu gue mas." Nyatanya, orang yang selalu diceritakan oleh Mahesa adalah ibu nya sendiri. Nyatanya yang merusak keluarga kekasihnya adalah ibunya sendiri. "Lucu ya Senjana, harusnya kita bisa lebih dari sekedar pacar. Tapi realitanya kita malah jadi kakak beradik." "Belum mas, belum." "Gue yakin, anak yang dikandungan ibu gue itu, anak ayah." "Bukan anak papa lo." Mahesa tersenyum smirk mendengarnya. *** Senjana untuk Mahesa Iya kan Tuhan? Bukankah itu takdirnya? [Heeseung Universe]
All Rights Reserved
#136
heeseungenhypen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Devil in Your (ANGGARANTA)
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • Our Emergency Calls
  • FEARLESS || JAYISA
  • MAHEZENA [END]
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Mr. Boss and Mr. Secretary | Heesun/Heenoo [END]
  • Sayap-sayap kertas (TERBIT)

[PROSES REVISI] Series pertama Anggaranta Bagaimana rasanya, difitnah oleh keluarganya sendiri, sakit!! ia hanya bisa menangis bodoh dan tersenyum miris akan semua. Diusir karena ego lebih kuat. Dibuang layaknya sampah. Hanya karena, seorang yang licik penggila harta. "Abang, gak benci sama Gea kan? Mereka aja benci sama Gea." tanya Gea sendu. 'Gimana bisa gua benci lo, sedangkan mereka yang penjilat harta malah gua sayang?' "Gak! Geo gak benci. Geo udah tahu semuanya. Mereka cuma manusia busuk penjilat harta yang kebetulan terlahir di keluarga berada." jelas Geo menahan tangisnya. 'Gua udah tau semuanya ya. Makanya, gua gak mau lagi tinggal di kandang iblis itu.' "Gua udah tau semuanya. Mereka cuma mikirin tentang harta. Bahkan, papa yang notabe-nya sayang sama kita aja, itu digaji sama oma setiap harinya. Geo udah sadar sekarang, mereka cuma kecoak yang hanya bisa mengotori dunia." sambung Geo lagi. 'Geo cuma sayang Gea. Semua adalah lalu kecuali Gea.' "Abang sampai-sampai gak habis mereka. Otaknya berisi tentang harta doang. Ada ya, manusia kejam kaya mereka?" tanya Geo seraya tersenyum miris. 'Abang, udah ngerti soal itu yah?' "Abang, dengerin Gea. Itu emang udah jadi takdir mereka." tutur Gea lembut. "Tetep aja Ya. Mereka terlalu kejam memisahkan kita." balas Geo lagi. "Bukan dunia yang kejam, tapi manusia yang menginjakkan kakinya di sana." ••• Ryan terkekeh sinis, "Papi? Sejak kapan anda menjadi papi saya?? Hm?" tanyanya dengan cekikikan. 'Apa-apaan sikap ini!?!' Hendrik menatap murka anaknya itu, "Kau harus terima, atau marga Wijaya saya cabut dari namamu." ancamnya lagi. Ryan menatap sengit pria paruh baya itu, lalu tersenyum miring. "Apa anda berani??" tanyanya menantang. "Tentu saja saya berani! Saya adalah pemilik dan penguasa marga Wijaya. Jadi, untuk apa saya takut hanya untuk mencabut nama Wijaya dari bocah ingusan sepertimu!" gertaknya mengancam, suasana berubah semakin mencekam. [END]

More details
WpActionLinkContent Guidelines