Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.
FRIENDZONE [REVISI]

FRIENDZONE [REVISI]

  • WpView
    LECTURAS 3,070
  • WpVote
    Votos 670
  • WpPart
    Partes 33
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jun 24, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] Kisah seorang gadis yang terjebak friendzone dengan kakak kelasnya sendiri. Syaqila Analea Zarkasih, yang biasa di panggil Qila. "Eh cil. Mau kemana lu?" Syaqila menoleh "Bisa stop panggil gue bocil ga? Gue bukan bocil umur kita cuman beda 1 tahun." Lelaki yang bernama Algifari Zayn Fransisco itupun, terkekeh melihat Syaqila marah karena di panggil bocil. Tapi menurut dia itu tidak menyeramkan, akan tetapi lucu. "Karena kita beda 1 tahun, makanya gue panggil lu bocil" ucap Algifari menghampiri Syaqila Syaqila reflek mundur "Ngapain maju maju. Gausa macem macem ya, ata--"
Todos los derechos reservados
#335
couple
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Lantas (END)
  • D O M I N A N || RUPHA
  • Sejarah Kita
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • Gula - Gula
  • For You, Only You Always
  • Kisahku bersamanya
  • Beloved stepbrother [ON GOING]
  • Topeng di balik Senyuman

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido