The Reason ( Belum Revisi )

The Reason ( Belum Revisi )

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 17, 2024
"Shut the fuck up!!!!...give me back my sister! !!" Adnan terkekeh sambil menatap darren tak kalah tajam. Mata ber iriskan abu² cerah milik Darren sama persis dengan chissa. Fakta bahwa mereka adalah kakak beradik. "Dengar...aku bisa mengantarnya kapan saja padamu. Tapi.." Adnan memberikan isyarat tangan pada anak buahnya. "Pilihlah.." lanjut adnan setelah sebuah hologram muncul menampilkan seorang gadis bak dewi aprodite sedang merangkai puluhan bunga di taman tanpa alas kaki. Wajah cantik itu tersenyum sangat tipis menatap bunga² yang ia genggam. Mata indah yang tampak lelah dan memerah. Dan rambut pirang panjang yang lunglai di wajah putihnya. " kau fikir seberapa usahaku... untuk membuatnya kembali tersenyum meskipun sedikit setelah apa yang sudah kau lakukan hahh!!!!!" DUAKKK!!! "Damn..!!" Adnan memukul rahang Darren telak dengan amarah di wajahnya. Meski begitu, entah mengapa darren tak menolak justru terisak dalam diam.
All Rights Reserved
#363
beautiful
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories
  • Trouble Corazón ( Masalah Hati Kita) (END)
  • A girl who needs her own story ✔️
  • Milka's Destiny {On Going} Belum Di REVISI
  • Komposisi Cinta (END)
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • My Heart
  • Love in Difference
  • He Was My First Love
  • Stay (Away)
Memories

"Shaloom!" Gadis berseragam putih abu itu menghentikan langkahnya tanpa menoleh. "Mau sampai kapan lo diemin gue kaya gini?" Laki-laki yang memanggilnya kini berdiri tepat dihadapannya. Shaloom tetap enggan menatapnya. Dia mengepalkan kedua tangannya. Menahan sesak didadanya. "Liat gue Sha!" Shaloom menatap laki-laki tadi sejenak. Kemudian kembali membuang pandangannya. Ada alasan tersendiri mengapa Shaloom enggan menatapnya. Dia hanya tidak ingin menunjukkan kesakitannya. Dia tidak ingin terlihat lemah. "arrrggggghhhh!" Laki-laki tadi menggeram kesal. suaranya mulai meninggi "Apa segitu parahnya salah gue sama lo Sha? Sampe natap gue pun lo jijik!" Bibir Shaloom bergetar. Menahan butiran air mata yang sedari tadi dia tahan. "Gue harus gimana Sha biar lo bisa maafin gue. Biar lo bisa natap gue lagi. Biar gue bisa liat senyum lo lagi. Gue harus gimana Sha? bilang ke gue." Shaloom sudah tak kuasa menahan semuanya. Dia berbalik, dan meninggalkan laki-laki tadi dalam diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines