𝟭𝟱+ [𝗧𝗜𝗗𝗔𝗞 𝗠𝗘𝗡𝗘𝗥𝗜𝗠𝗔 𝗣𝗟𝗔𝗚𝗜𝗔𝗥𝗜𝗦𝗠𝗘 𝗗𝗜 𝗦𝗜𝗡𝗜]
Bagaimana kalau dirimu berada di dalam kehidupan yang penuh dengan kekosongan? Hidup dengan semestinya tanpa merusak diri sendiri, tetapi merasa hampa dan tak ada perihal lain yang mengharuskan dirimu melanjutkan kehidupan?
Inilah kisah dua remaja, dengan masalah yang berbeda, aura yang berbeda, dan alur kehidupan yang berbeda. Dengan kekosongan di setiap perjalanan kehidupannya, membuat keduanya mencari tujuan dari kehidupan itu sendiri.
Gana, kehidupannya setelah ditinggal oleh ibunya karena pembunuhan yang belum terkuak sampai sekarang dan kembaran perempuannya yang diperkosa oleh teman kakak lelakinya sampai hamil hingga akhirnya bunuh diri, dan dikecewakan oleh Ayahnya yang meninggalkannya sendiri, membuat kehidupannya kosong dan ialah yang meninggalkan orang-orang yang ia sayang. Hingga menjadikannya sesosok lelaki yang terlihat datar, juga berhati dingin.
Kai, Ibunya dan Kakak perempuannya memang pekerja disalah satu tempat prostitusi setelah Ibunya bercerai dengan Ayahnya dan Ayahnya meninggal, tetapi bukan berarti Kai tidak bisa membuat dirinya menjadi wanita unggul di sekolahan dan dibutuhkan. Walaupun acap kali dirinya sering kali mendapatkan lelaki yang merendahkannya dan menganggap dirinya sebagai seorang perempuan murahan karena terlahir dari rahim seorang Ibu yang bekerja sebagai wanita bayaran, tetapi Kai tetap terus menjunjung tinggi derajatnya sebagai seorang wanita. Bahkan ia pun tak mempercayai seorang lelaki lagi. Kejam, jarang berbicara tetapi sekali berbicara bagai tombak yang menikam jantung adalah pegangannya dalam kehidupan. Bahkan, karena keluarganya, Kai tidak mempunyai tujuan dari kehidupannya, tetapi ia tidak mau sekali pun terjerumus kedalam dunia Ibu dan Kakaknya.
______________________________________
𝗗𝗶𝗯𝘂𝗮𝘁 : 18 Februari 2023
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ?
Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan?
Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu.
Kehangatan berubah menjadi kepedihan.
Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan.
Aku tidak iri, sungguh.
Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang.
Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh?
Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja.
Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku.
Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan.
Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.