Sajak Aksara

Sajak Aksara

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 10, 2024
Terlalu sering diabaikan dalam hal percakapan menjadikan beberapa manusia lebih memendam sendiri dan disalurkan dalam bentuk tulisan yang berisikan isi hatinya dalam setiap bait dan sajak yang ia tuliskan. Menulis bukan suatu hal pekerjaan yang sia-sia, beberapa orang menganggapnya adalah sebuah kelegaan. Bercerita tanpa harus takut terabaikan, menulis isi hati dan pikiran tanpa takut dihakimi bahkan dibandingkan dengan kisah si lawan bicara. Menurut seorang penulis bukan hanya dengan menangis saja dapat mengurangi beban pikiran,tapi dengan menumpahkan isi hati melalui tulisan itu juga dapat mengurangi beban pikiran
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • Burn it [END]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • glücklich sein
  • Yang Pernah Patah
  • Coretan Hitam
  • Narasi patah hati
  • WISHES.

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines