Can I ?

Can I ?

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 7, 2023
Seberapa besar persentase dari sebuah kebetulan? Dari sekian banyak manusia yang ada di dunia ini, mengapa dia? Kukira semua akan baik-baik saja seperti yang diharapkan. Namun pada kenyataannya aku bahkan tak yakin memiliki tempat dihatinya. Banyak orang memandangnya dengan kekaguman. Meneriakkan namanya ketika ia mulai memetik gitar atau bahkan hanya melambaikan tangan. Namun mengapa dari sekian juta manusia hatinya hanya untuk yang pertama? Bahkan ketika aku telah menawarkan hatiku sepenuhnya dia hanya berkata "Aku tak bisa" ----- "Kalau begitu beri aku waktu 365 hari untuk bersamamu."
All Rights Reserved
#24
prim
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • AYARA [END]
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • To lose  •COMPLATE•
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Semesta
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]
  • Keep Your Smile
  • REGATHAN [END]

Seratus Meter dari Hatimu Dulu, kupikir jarak paling rumit adalah antara dua kota. Antara kampung halaman dan ibu kota. Antara kenyamanan yang kutinggalkan dan dunia baru yang sedang kucoba taklukkan. Tapi ternyata, jarak yang paling sulit bukan soal kilometer atau waktu tempuh. Jarak paling rumit adalah seratus meter dari hatimu-tempat aku berdiri, tapi tak pernah benar-benar kau sadari. Segalanya berawal biasa saja: kos baru, teman sekamar yang bawel tapi hangat, lingkaran pertemanan yang mengisi hariku dengan tawa, tugas, kopi sachet, dan obrolan tengah malam. Aku merasa cukup. Nyaman. Aman. Hingga seseorang hadir dengan caranya yang tak terduga. Terkadang ceplas-ceplos, kadang diam dan terlihat jauh. Dia bukan tokoh utama di hidupku, bukan pula pangeran dalam kisah dongeng. Tapi entah kenapa, perhatian kecilnya terasa seperti rumah dalam keriuhan kota. Sayangnya, tak semua rasa harus tumbuh. Dan tak semua perhatian berarti istimewa. Ini kisahku, Caca. Seorang mahasiswi yang mencoba bertahan di antara tumpukan tugas, tawa tongkrongan, dan teka-teki bernama Arvin. Ini tentang dua circle pertemanan, dua sisi dunia, dan satu rasa yang pelan-pelan ingin ku bungkam. Karena terkadang, menyukai seseorang tak harus dimiliki. Cukup dilihat dari kejauhan-seratus meter, atau bahkan lebih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines