Thankyou Kaluna

Thankyou Kaluna

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 21, 2023
Bagi Kaluna Ayumi Naradipta bisa bertahan disaat dirinya merasa mati berkali kali adalah satu hal yang sangat disyukuri. Terlalu banyak luka, terlalu banyak kesedihan, terlalu banyak kata yang tidak bisa di ungkapkan. Luna berharap setidaknya ada saja satu hal yang berpihak padanya tapi ternyata keluarga,cinta, persahabatan tidak ada satupun yang berpihak kepadanya. Sampai suatu saat ketika semua yang dia rasakan tidak bisa dibendung lagi,gadis itu memilih menyerah. Dalam ruang luas nan gelap itu gadis delapan belas tahun itu menangis, meraung akan rasa sakit yang tidak bisa dia tahan lagi, terlalu banyak kekecewaan yang dia dapatkan,berapa puluh kali lagi gadis itu harus terus mengalah?harus sedalam apa mimpi yang dia punya terkubur? Kaluna tidak sanggup. Dia tidak membenci,tidak ada dendam yang disimpan. Kaluna hanya ingin pergi, menenangkan dirinya dan menyembuhkan semua luka ini.
All Rights Reserved
#65
kaluna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT & AMERTA [End]
  • DIFRAKSI
  • Im In Love With Mahen (TAMAT)
  • Diary Zofanya
  • About Naskala [on going]
  • Waktu?
  • The Depth Behind The Look (On Going)
  • [βœ“]SAMUDRA FARANDRA

Amerta hidup dalam dunianya yang tenang-terlalu tenang, hingga kehadiran Langit Kalandra terasa seperti badai yang mengusik segala ketenangan itu. Langit selalu mengejarnya, menerobos batas yang coba Amerta jaga, membawa canda dan tawa yang seharusnya tak pernah ia butuhkan. Namun, di balik langkah-langkah mereka yang berlawanan, ada sesuatu yang lebih besar bermain di antara mereka-sesuatu yang lebih gelap, lebih mengancam. Ketika mayat tanpa organ ditemukan di sekolah mereka, ketakutan mulai menggantikan kebiasaan, dan rahasia yang terkubur perlahan menyeruak ke permukaan. Langit yang ceria menyimpan luka yang tak terlihat, Amerta yang diam menyimpan ketakutan yang tak terucap. Mereka terjebak dalam permainan yang lebih besar dari sekadar perasaan, di antara bisikan maut dan teka-teki yang mengintai. Di tengah teror yang melingkupi, mungkinkah rasa yang tumbuh di antara mereka tetap hidup? Atau justru tenggelam bersama misteri yang tak terpecahkan? "π‘†π‘’π‘π‘’π‘Žβ„Ž π‘˜π‘–π‘ π‘Žβ„Ž π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘™π‘Žπ‘›π‘”π‘˜π‘Žβ„Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘˜π‘’π‘—π‘Žπ‘Ÿ, π‘Ÿπ‘Žβ„Žπ‘Žπ‘ π‘–π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘ π‘’π‘šπ‘π‘’π‘›π‘¦π‘–π‘˜π‘Žπ‘›, π‘‘π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘Žπ‘Žπ‘› π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘›π‘¦π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘›." - πΏπ‘Žπ‘›π‘”π‘–π‘‘ & π΄π‘šπ‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Ž ⚠️ Usahakan untuk vote dan komen jika membaca, ya! Jadilah pembaca yang baik. .

More details
WpActionLinkContent Guidelines